FITNESS & HEALTH

Sejumlah Mitos tentang Nutrisi yang Tidak Sepenuhnya Benar

Raka Lestari
Selasa 27 Oktober 2020 / 14:03
Jakarta: Media sosial merupakan salah satu wadah untuk mendapatkan berbagai macam informasi. Salah satunya adalah kemudahan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan nutrisi untuk tubuh.

Akan tetapi, tidak semua informasi mengenai nutrisi yang ada di media sosial bisa dipercaya. Terkadang itu hanyalah mitos saja.

Menurut data dari Herbalife Nutrition Asia Pasific Nutrition Myths Survey 2020, mengungkapkan bahwa media sosial merupakan kanal informasi yang paling sering digunakan. Hal itu untuk mencari informasi seputar nutrisi di Asia Pasifik.

Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 7 dari 10 konsumen di Asia Pasifik menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan nutrisi dan kesehatan. Namun, prevalensi kesalahan informasi dan mitos terkait nutrisi menjadi penghalang utama yang mencegah konsumen memperoleh pengetahuan nutrisi yang akurat.

“Dengan banyaknya sumber informasi gizi dan maraknya mitos seputar nutrisi, akan mempersulit konsumen untuk mendapatkan informasi yang akurat serta membedakan fakta atau mitos seputar nutrisi," ujar Pakar Nutrisi dan Dosen Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, Rimbawan, Ph.D

"Hal ini menunjukkan anak pentingnya mendapatkan pengetahuan yang akurat dari sumber yang dapat dipercaya,” sambungnya.

Sejumlah mitos tersebut di antaranya adalah:
 

1. Karbohidrat dapat menambah berat badan


Fakta: Karbohidrat diperlukan untuk menyediakan energi bagi kerja otak dan sel tubuh kita. Tetapi konsumsi karbohidrat yang melebihi kebutuhan akan menyebabkan penambahan berat badan melebihi normal, karena konsumsi karbohidrat berlebih akan diubah menjadi lemak yang disimpan di tubuh.
 

2. Kafein dapat menyebabkan dehidrasi


Meskipun kafein memiliki sifat diuretik, mengonsumsi minuman yang mengandung kafein dalam batas normal tidak akan membuat seseorang dehidrasi. Dua sampai tiga cangkir kopi sehari tidak akan membuat seseorang mengalami dehidrasi.
 

3. Diet rendah lemak cara terbaik menurunkan berat badan


Diet rendah lemak dapat menurunkan berat badan dalam jangka pendek, tetapi mungkin tidak menyehatkan atau memberikan penurunan berat badan dalam jangka panjang. Tubuh kita tetap membutuhkan lemak karena dapat membantu membangun membran sel dan membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.
 

4. Bubuk protein tidak lebih sehat dari protein alami


Bubuk protein dapat mempunyai mutu protein yang sama baiknya dengan makanan alami, jika berasal dari sumber yang berkualitas dan diproses dengan kaidah ilmiah yang tepat. 
(FIR)