FITNESS & HEALTH

Studi: Secangkir Kopi dalam Sehari dapat Mencegah Gagal Jantung

Raka Lestari
Jumat 12 Februari 2021 / 06:13
Jakarta: Secangkir kopi sehari bisa mengurangi risiko gagal jantung. Pernyataan itu terlampir dari hasil sebuah penilitan terbaru yang dipublikasikan jurnal American Heart Association.

Para peneliti melihat data dari tiga penelitian, termasuk 21.000 peserta dewasa, selama setidaknya 10 tahun masa tindak lanjut. Data dari dua penelitian menunjukkan bahwa setiap cangkir kopi berkafein yang diminum peserta dikaitkan dengan risiko gagal jantung 5-12 persen lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang tidak minum kopi.

"Itu menunjukkan bahwa kafein setidaknya sebagian bertanggung jawab atas manfaat kesehatan jantung dari kopi," menurut Dr David Kao, asisten profesor kardiologi di University of Colorado School of Medicine yang merupakan penulis studi tersebut.

Hubungan antara kafein dengan pengurangan risiko gagal jantung ini cukup mengejutkan, kata Kao, kopi dan kafein sering dianggap oleh masyarakat umum berdampak buruk bagi jantung. Sebab orang mengasosiasikannya dengan jantung berdebar, tekanan darah tinggi, dan lainnya.

Meskipun demikian, para peneliti menyimpulkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut dan tidak merekomendasikan untuk mereka yang tidak minum kopi untuk minum kopi agar mendapatkan manfaat kesehatan tersebut.

"Khusus untuk kesehatan jantung, saran terbaik tetap berolahraga, menjaga berat badan yang sehat, dan menghindari merokok," kata Kao dalam siaran persnya kepada Insider.
 

Jika ingin minum kopi, minumlah kopi hitam pilihan terbaik


Apa yang kita ketahui adalah bahwa banyak manfaat nyata dari kopi terkait dengan meminumnya secara langsung. Kopi dalam bentuk minuman campuran bergula atau latte, seringkali mengandung gula dan lemak jenuh. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, yang justru mengurangi manfaat kopi.

"Intinya, konsumsi kopi dalam jumlah moderat dan secara keseluruhan tetap harus melakukan diet sehat seperti mengonsumsi buah dan sayur, gandum utuh, susu rendah lemak, serta makanan rendah sodium, lemak jenuh, dan gula tambahan," tutup Penny Kris-Etherton, seorang profesor nutrisi di Pennsylvania State University.
(FIR)