FITNESS & HEALTH

Bolehkah Pasien Diabetes dan Gagal Ginjal Mengonsumsi Obat Herbal?

Raka Lestari
Jumat 27 November 2020 / 10:47
Jakarta: Obat herbal sering kali menjadi pilihan alternatif dalam menyembuhkan penyakit. Akan tetapi, pada pasien dengan kondisi kesehatan tertentu, konsumsi obat herbal harus dilakukan secara hati-hati. Lalu, pada pasien diabetes atau gagal ginjal apakah aman mengonsumsii obat-obatan herbal?

“Jadi kalau orang dengan diabetes itu pantangannya bukan herbal tetapi segala jenis makanan yang mengandung gula tinggi. Nah, kalau obat herbal  itu sifatnya bisa menurunkan gula darah,” ujar Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, M.Si, dalam acara Press Launch Herbatia Sari Imuno, pada Kamis, 26 November 2020. 

Menurutnya, obat herbal bisa dikonsumsi oleh pasien diabetes mellitus tanpa kombinasi obat dokter, tetapi harus dipertimbangkan dosisnya dan obat herbal yang cocok yang mana. 

“Akan tetapi jika dikombinasikan dengan obat dokter, harus dipertimbangkan berapa dosis obat modern yang bisa dikombinasikan dengan obat herbal,” ujar dr. Inggrid. 

“Karena bisa saja suplemen herbal tunggal, ketika dikonsumsi bersama dengan obat kimia akan jadi berubah dosisnya. Dan itu juga tergantung pada keparahan gula darah dari pasien tersebut,” ujar dr. Inggrid. 


gagal ginjal
(Dr. Inggrid Tania, M.Si, menekankan bahwa dalam mengonsumsi obat herbal jika memang sudah memiliki kondisi kesehatan tertentu dan sudah mengonsumsi obat dokter sebelumnya, harus dikonsultasikan dengan dokter yang bersangkutan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Gangguan ginjal


Sedangkan untuk pasien yang mengalami gangguan ginjal, menurut dr. Inggrid tergantung dari gangguan fungsi ginjalnya tersebut. 

“Ada berbagai derajat gangguan ginjal. Beberapa herbal memang ada yang bisa memperbaiki, tetapi kalau sudah gagal ginjal yang bersifat irreversible maka harus ekstra hati-hati terhadap herbal yang dikonsumsi,” kata dr. Inggrid. 

“Kalau orang gagal ginjal kronis atau akut, itu bahkan mengonsumsi air putih pun bisa berbahaya kalau berlebihan. Untuk itu, harus dilihat apakah obat herbalnya tersebut bisa memantu dalam memperbaiki fungsi ginjalnya atau tidak," kata dr. Inggrid.

"Kalau kondisinya sudah sangat akut dan tidak bisa kembali ke normal, obat herbal tidak boleh diberikan. Harus dilihat per kasusnya seperti apa,” ujar dr. Inggrid. 

Ia menekankan bahwa dalam mengonsumsi obat herbal, jika memang sudah memiliki kondisi kesehatan tertentu dan sudah mengonsumsi obat dokter sebelumnya harus dikonsultasikan dengan dokter yang bersangkutan. 

“Jangan sampai obat herbal yang dikonsumsi memiliki cara kerja yang berlawanan dengan obat dari dokter,” tutup dr. Inggrid. 

(TIN)