FITNESS & HEALTH

3 Alasan Kamu Harus Kurangi Makan Gorengan

Kumara Anggita
Rabu 21 Oktober 2020 / 18:04
Jakarta: Gorengan atau makanan yang digoreng adalah salah satu menu favorit orang Indonesia karena kepraktisannya dan kegurihannya. Kendati demikian, mengonsumsi gorengan bisa memberikan berbagai dampak negatif pada tubuh.

Masih belum yakin untuk mengurangi konsumsi gorengan harianmu? Dilansir dari Healthline, berikut dampak buruk dari mengonsumsi gorengan:
 

1. Gorengan tinggi kalori


Dibandingkan dengan metode memasak lainnya, menggoreng adalah metode yang paling menambah banyak kalori. Ini karena makanan yang digoreng biasanya dilapisi dengan adonan atau tepung sebelum digoreng.

Tak hanya itu, saat makanan digoreng dengan minyak, makanan tersebut akan kehilangan air dan menyerap lemak. Yang akhirnya meningkatkan kandungan kalorinya

Sumber menunjukkan bahwa makanan yang digoreng secara signifikan lebih tinggi lemak dan kalori, daripada makanan yang tidak digoreng. Misalnya, satu kentang panggang berukuran kecil (100 gram) mengandung 93 kalori dan 0 gram lemak. Sedangkan kentang goreng dalam jumlah yang sama (100 gram) mengandung 319 kalori dan 17 gram lemak.
 

2. Gorengan tinggi lemak trans


Lemak trans terbentuk ketika lemak tak jenuh menjalani proses yang disebut hidrogenasi. Produsen makanan sering menghidrogenasi lemak menggunakan tekanan tinggi dan gas hidrogen.

Cara itu berguna untuk meningkatkan umur simpan dan stabilitasnya. Akan tetapi hidrogenasi juga terjadi saat minyak dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi selama memasak.

Proses tersebut mengubah struktur kimiawi lemak. Sehingga tubuhmu jadi sulit untuk memecahnya, yang pada akhirnya dapat menyebabkan efek kesehatan yang negatif.

Faktanya, satu penelitian menemukan setiap kali minyak digunakan kembali untuk menggoreng, kandungan lemak transnya meningkat.
 

3. Tingkatkan risiko berbagai penyakit


Karena makanan yang digoreng itu lebih tinggi kalori dan tinggi lemak trans, akhirnya gorengan pun jadi mengundang banyak penyakit. Beberapa penelitian pada orang dewasa menemukan hubungan antara makan gorengan dan risiko penyakit kronis.

Secara umum, makan lebih banyak makanan yang digoreng dikaitkan dengan risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan obesitas.
(FIR)