FITNESS & HEALTH

13 Makanan yang Tinggi Asam Lemak Omega-6

Sunnaholomi Halakrispen
Selasa 06 Oktober 2020 / 20:19
Jakarta: Sejumlah peneliti menyimpulkan bahwa mengonsumsi asam lemak omega-6 dapat bermanfaat bagi kesehatan, hingga mencegah peradangan risiko rendah penyakit jantung. Kamu bisa mendapatkan asupan asam lemak omega-6 dari sejumlah makanan.

Dikutip dari Medical News Today, berikut ini daftar makanan yang memiliki jumlah asam lemak omega-6 yang lebih tinggi. Totalnya, ada 13 macam.

1. Kenari: 10,8 gram per porsi 1 ons
2. Minyak biji anggur: 9,5 gram per sendok makan (sdm)
3. Kacang pinus: 9,3 g per 28 gram porsi
4. Biji bunga matahari: 9,3 gram per porsi 1 ons
5. Minyak bunga matahari: 8,9 gram per sdm
6. Minyak jagung: 7,3 gram per sdm
7. Minyak kenari: 7,2 gram per sdm
8. Minyak biji kapas: 7,0 gram per sdm
9. Minyak kedelai: 6,9 gram per sdm
10. Mayones: 5,4 gram per sdm
11. Almond: 3,7 gram per porsi 1 ons
12. Tahu: 3,0 gram per setengah cangkir (per 124 gr)
13. Shortening sayuran: 3,4 gram per sdm


(Sekitar 124 gr tahu, kamu mendapatkan 3,0 gr asam lemak omega-6 yang baik untuk tubuh. Foto: Pexels.com)

Sementara itu, ada hal lain yang harus diperhatikan. Kamu penting mengingat bahwa beberapa makanan tersebut, terutama minyak dengan kandungan omega-6 tertinggi, mengandung sedikit atau tanpa asam lemak omega-3. 

Maka, jika seseorang memakanannya, mereka harus menyeimbangkan asupan omega-6 dengan makanan kaya omega-3. Di antaranya, ikan berlemak, biji rami, rumput laut, dan kacang kenari.

Penting juga untuk diperhatikan bahwa banyak makanan yang digoreng dan diproses, mengandung jagung, biji kapas, atau minyak kedelai. Jika seseorang makan banyak makanan ini, asupan omega-6 mereka mungkin jauh lebih tinggi daripada asupan omega-3.

Namun, orang mungkin mengonsumsi suplemen yang mengandung omega-6, omega-3, atau kombinasi dari omega-3, omega-6, dan omega-9. Suplemen ini sering kali mengandung minyak ikan, minyak biji rami, atau minyak biji borage.

Tidak ada penelitian pasti yang memastikan apakah suplemen minyak ini bermanfaat atau berbahaya. Akan tetapi, Pusat Nasional untuk Kesehatan Pelengkap dan Integratif Amerika Serikat mengatakan bahwa suplemen omega-3 tidak mengurangi risiko penyakit jantung.

Di sisi lain, dapat membantu orang dengan gejala rheumatoid arthritis dan juga dapat membantu menurunkan kadar trigliserida. Lantaran para peneliti belum mempelajari suplemen ini secara luas, yang terbaik ialah memastikan langsung kepada dokter sebelum mengonsumsi suplemen asam lemak.

(TIN)