FITNESS & HEALTH

Konsep Herd Immunity tak Lagi Dikejar, Ini yang Diharapkan Menkes Budi

Raka Lestari
Sabtu 19 Maret 2022 / 12:13
Jakarta: Salah satu upaya yang dianggap bisa mencegah penyebaran infeksi covid-19 adalah herd immunity. Banyak negara yang sejak awal terjadi Pandemi Covid-19 melakukan berbagai macam cara untuk mencapainya. Termasuk juga Indonesia yang memiliki target herd immunity 70 persen dari masyarakatnya.

“Herd immunity ada rumusnya. Tergantung dari reproduction rate yang ada di negara itu, tergantung dari efikasi vaksin di negara itu, tergantung juga reproduction rate dari variannya,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam Konferensi Pers Virtual.

Menkes Budi menambahkan, berdasarkan data-data yang ada, sebenarnya jadi tidak meaningful lagi angka 70 persen. Jadi yang dikejar bukan lagi konsep herd immunity, melainkan memang sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia sudah memiliki kekebalan atau antibodi.

“Konsep herd immunity itu kan konsep yang berasumsi bahwa kita menghadapi suatu patogen atau kuman atau virus yang relatif tidak berubah secara cepat. Sehingga imunitasnya bisa dikejar untuk menekan itu, tetapi kita menghadapi SARS-CoV-2. Suatu keluarga virus RNA yang evolusinya tidak pernah berhenti. Hanya waktunya dan kecepatannya yang bisa bervariasi,” tambah ahli epidemiologi Pandu Riono.

Dan menurut Pandu, herd immunity menjadi tidak relevan. Sehingga betul, yang penting adalah berusaha mencapai vaksinasi sebanyak dan secepatnya. Kalaupun terjadi peningkatan atau perubahan, atau ada varian baru maka penduduk sudah punya imunitas.

“Orang menyebutnya sebagai immunity wall atau benteng pertahanan yang bisa menghadapi serangan musuh. Jadi kalau setiap orang mempunyai benteng pertahanan, dampaknya terhadap timbulnya penyakit misalnya harus masuk rumah sakit atau meninggal menjadi tidak terjadi karena ada perlawanan yang cukup bisa kita andalkan,” ungkap Pandu.

Itulah mengapa, menurut Pandu, vaksinasi merupakan kunci yang terpenting dalam menghadapi pandemi. Karena konsep herd immunity tapi juga meningkatkan imunitas penduduk.

"Kalau bisa semua penduduk mempunyai benteng pertahanan dengan vaksinasi,” pungkasnya.
(FIR)