FITNESS & HEALTH

3 Penyebab Mulas hingga Ingin Buang Air Besar Setelah Minum Kopi, Menurut Ahli

Yuni Yuli Yanti
Selasa 31 Mei 2022 / 09:00
Jakarta: Selain meningkatkan energi dan mood, untuk sebagian orang minum kopi juga dapat merangsang kinerja usus menjadi lebih cepat sehingga menimbulkan rasa mulas dan ingin buang air besar

Dr Kyle Staller, direktur Laboratorium Motilitas Gastrointestinal di Rumah Sakit Umum Massachusetts, mengatakan dalam beberapa kasus, senyawa kopi selain kafein mungkin bertanggung jawab atas gerakan usus yang tiba-tiba. 

Identitas senyawa ini dan bagaimana mereka dapat berinteraksi dengan saluran pencernaan sebagian besar masih belum diketahui, tetapi ada beberapa temuan dari para peneliti mengenai penyebab seseorang tiba-tiba mulas dan ingin buang air besar setelah minum kopi. 

Berikut ini adalah ketiga alasan yang ditemukan para ahli, dikutip dari CNN!
 

Kopi menyebabkan kontraksi usus besar

Usus besar mengalami tiga jenis kontraksi yang bekerja sama untuk mencampur, meremas, dan akhirnya mengeluarkan kotoran. Terjadinya, waktu dan frekuensi kontraksi ini dipengaruhi oleh otot, saraf dan faktor kimia.

Penelitian tahun 1998 menunjukkan kopi berkafein 60 persen lebih efektif daripada air dalam merangsang aktivitas motorik kolon dan 23 persen lebih berdampak daripada kopi tanpa kafein. Aktivitas usus meningkat dalam waktu empat menit setelah minum kopi hitam tanpa pemanis, efek yang berlangsung setidaknya 30 menit.

"Kopi mungkin merangsang aktivitas motorik kolon ini dalam beberapa menit setelah dikonsumsi. Berdasarkan penelitian tersebut, kopi yang menyentuh lapisan perut memicu sistem saraf atau respons hormonal sehingga menyebabkan usus besar mulai bekerja," jelas dr. Staller.


(Aktivitas usus meningkat dalam waktu empat menit setelah minum kopi hitam tanpa pemanis. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

Kopi memengaruhi hormon dan asam lambung

Kopi tampaknya juga merangsang pelepasan hormon gastrin, kata Staller, yang memungkinkan produksi asam lambung (asam lambung). Asam lambung membantu mencerna makanan dan mungkin mendorong aktivitas kolon. Para peneliti menemukan pada tahun 1986 bahwa minum kopi berkafein atau tanpa kafein mempengaruhi kadar gastrin dengan cepat dan signifikan.

Setelah berpuasa semalaman, pria dalam sebuah penelitian kecil tahun 2009 menerima makanan dan kopi hitam, atau hanya makan. Minum kopi secara signifikan mempercepat waktu yang dibutuhkan makanan untuk meninggalkan lambung dan masuk ke usus kecil setelah waktu makan.

"Beberapa senyawa dalam kopi juga dapat berinteraksi dengan reseptor opioid di saluran pencernaan yang memengaruhi fungsi usus," tambah Staller.
 

Susu dan kesehatan pencernaan

Jika Anda tidak toleran laktosa namun masih menikmati krim susu dengan tambahan kopi, krimer bisa menjadi penyebab di balik dorongan tiba-tiba untuk buang air besar.

"Salah satu cara untuk mengetahui apa yang membuat Anda pergi ke kamar mandi adalah dengan minum kopi tanpa krim susu atau susu dan melacak gejala Anda selama beberapa hari," tutup Jerlyn Jones, ahli gizi terdaftar dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics.
(yyy)