FITNESS & HEALTH

Catat, Ini Tanda dan Gejala DBD yang Perlu Diketahui

Medcom
Senin 27 Juni 2022 / 08:00
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat jumlah kasus warga yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) melonjak pada 2022. Peningkatan kasus DBD ini terus terjadi terutama saat musim hujan. 

Seperti diketahui, penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk ini berisiko mengakibatkan kematian. Sebelum kondisi kian memburuk, ketahuilah gejala atau tanda-tanda jelas dari DBD agar bisa ditangani sedini mungkin.

"Gejalanya, demam selama tiga hari enggak turun-turun, kemudian di hari keempat sampai kelima biasanya keluar keringat," ujar Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.

Namun, biasanya masyarakat berpikir atau merasa bahwa kondisi keluarnya keringat itu pertanda bahwa gejala DBD telah membaik. Padahal, kata dr. Nadia, kondisi tersebut justru masa-masa pre-shock.

"Itu memasuki masa-masa syok. Kembali infeksi, karena virus kembali pada daya tahan tubuh kita. Maka dari itu, ada orang yang diinfeksi virus dengue terjadi biasa saja, tapi ada juga yang malah memburuk," tuturnya.


(Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Lantaran demikian, tahapan yang seharusnya ialah jika terjadi demam selama tiga hari segera periksakan ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat. Kemudian, turuti dokter yang mengarahkan untuk kembali periksakan kondisi tubuh ke faskes ketika memasuki hari keempat.   

"Biasanya selalu dokter atau tenaga medis bolehkan pulang, lalu balik lagi ke faskes di hari keempat. Tapi kebanyakan masyarakat kalau tiga hari keluar keringat, merasa sudah sembuh," tekannya. 

Jika kondisi keluar keringat dan tidak kembali lagi ke rumah sakit, pasien rentan mengalami pre-shock. Ketika pasien ke rumah sakit saat sudah pre-shock, berisiko kematian. Kondisi pre-shock ialah keluar banyak keringat, ujung tangan dingin, dan pucat. 

"Dia akan cepat berat apalagi terjadi pendarahan dalam tubuh seperti di usus. Pada anak tiba-tiba BAB (buang air besar) berwarna hitam. Pendarahan dalam tubuh itu gejala yang kita tidak bisa lihat," dr. Siti. 

Gejala lainnya, muncuk bintik-bintik merah di tubuh yang awalnya sedikit dan lama-kelamaan menjadi banyak. Kemudian, ada penurunan kesadaran, misalnya mengantuk, padahal biasanya tidak mengantuk.

"Terjadi penurunan kesadaran, tapi harus disertai demam ya. Kalau mimisan, awalnya sedikit sekali. Kalau enggak pernah mimisan tapi pulang kerja mimisan dan disertai demam, itu indikasi demam berdarah," tutup dr. Siti. 
(yyy)