FITNESS & HEALTH

Bisa Sembuh Sendiri, Ini Gejala Cacar Monyet dari Hari ke Hari

Sri Yanti Nainggolan
Selasa 28 Juni 2022 / 10:09
Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah cacar monyet bukan lagi sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Namun, penyakit ini tetap perlu diwaspadai. 

"Secara keseluruhan, dalam laporan itu komite darurat memberi tahu saya bahwa saat ini cacar monyet bukan merupakan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang menjadi perhatian Internasional," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari CNN, Selasa, 28 Juni 2022. 

Namun, Tedros menyerukan tetap adanya pengawasan intensif untuk cacar monyet (monkeypox). Ia pun memperingatkan bahwa pria yang berhubungan seks dengan pria paling terpengaruh dalam wabah baru ini. 

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (JEAN-GUY PYTHON / AFP)

"Ada juga risiko penyakit parah bagi orang yang mengalami gangguan kekebalan, wanita hamil dan anak-anak jika mereka terinfeksi," ungkapnya. 
 

Penularan cacar monyet

Monkeypox atau cacar monyet bisa menular dari hewan ke hewan dan dari hewan ke manusia. 

"Kalau dari hewan ke manusia penularannya melalui kontak langsung antara hewan dan manusia," ucap Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH dalam keterangan resmi dikutip Selasa, 28 Juni 2022. 

Penularan dari hewan ke manusia melalui cairan tubuh terutama bagian tubuh yang ada cacar seperti di sekitar muka atau tubuh hewan. Selain itu, penularan ke manusia bisa melalui daging hewan tersebut yang tidak dimasak secara matang.

Baca: Waspada, Penularan Cacar Monyet dari Ibu Hamil ke Bayi Bisa Melalui Plasenta

Sementara, penularan dari manusia ke manusia bisa melalui udara, cairan tubuh atau cacar yang ada di muka, mulut, tangan maupun di badan. Penularan juga dapat terjadi langsung melalui saluran napas atau droplet.

"Ini juga bisa menjadi sumber penularan dan juga ada penularan dari ibu ke bayi melalui transmisi atau plasentanya," tutur Syahril.
 
 

Gejala cacar monyet, bisa sembuh sendiri 

Masa inkubasi cacar air adalah 5-13 hari atau 5-21 hari. Terdapat dua periode. 

Pertama adalah masa invasi yang terjadi 0 sampai 5 hari. Penderita cacar monyet mengalami demam tinggi, sakit kepala yang berat, dan ada benjolan atau pembesaran kelenjar limfa di leher, kemudian diketiak, atau selangkangan.

Kedua adalah masa erupsi yang terjadi 1 sampai 3 hari pascademam. Muncul ruam pada kulit, wajah, telapak tangan, kaki, mukosa, alat kelamin, dan selaput lendir mata.

"Cacar monyet ini bisa sembuh sendiri setelah 2-4 minggu pascamasa inkubasinya selesai. Penyakit ini akan sembuh sendiri tidak terlalu berat," beber Syahril. 

Ia menambahkan, dari negara-negara yang melaporkan kasus cacar air, hanya sekitar 10 persen pasien dirawat di rumah sakit. 

"Kita diimbau untuk tetap tenang dan tetap waspada karena ini juga sangat menular dan membuat tidak nyaman bagi kita semua," lanjut dia. 

Baca: WHO: Saat Ini Cacar Monyet Bukan Darurat Kesehatan Global
 

Komplikasi cacar monyet

Cacar monyet dapat menyebabkan komplikasi. Yakni infeksi sekunder, bronkopneumonia, maupun sepsis, ensefalitis, infeksi kornea sehingga menyebabkan kebutaan.
 

Belum ada kasus cacar monyet di Indonesia

Belum ditemukan kasus cacar monyet di Indonesia sejauh ini. Namun, pemerintah telah menyiapkan dua laboratorium untuk deteksi dini cacar monyet. Yaitu Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB Bogor, dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati, BKPK, Jakarta.
(SYN)