FITNESS & HEALTH

Ini Risiko Kalau Kamu Suka ‘Mager’

Kumara Anggita
Kamis 08 April 2021 / 15:37
Jakarta: Mager atau malas gerak memang paling enak kalau dituruti saat kamu lagi di rumah saja. Namun, lebih baik kamu menghilangkan kebiasaan buruk ini secepat mungkin, karena dampakanya bisa buruk untuk kesehatanmu.

Menurut dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan RI, gaya hidup yang malas-malasan bisa membuatmu terkena berbagai jenis penyakit. Salah satu di antaranya adalah diabetes.

“Dalam situasi pandemi covid-19 masyarakat dianjurkan menjalani aktivitas dari rumah saja. Hal ini memicu gaya hidup sedentari dan kurang aktivitas fisik," jelas dr. Riskiyana dalam Media Briefing dengan Tema Investasi pada Tulang, Sendi dan Otot Penting untuk Kesehatan Menyeluruh oleh Anlene.

"Kita tahu bahwa gaya hidup sedentari (kebisaan menghabiskan waktu duduk-duduk atau tidak aktif) berisiko menyebabkan penyakit tidak menular seperti hipertensi, stroke, diabetes, penyakit jantung, dan lainnya,” sambungnya.

Untuk itu, dr. Riskiyana menganjurkan agar kamu tetap aktif di masa pandemi ini. Menjadi aktif bisa bagus untuk menguatkan organ-organ serta tulangmu.

“Perilaku hidup sehat aktif harus tetap dilakukan karena investasi kesehatan jantung, paru dan termasuk juga kesehatan tulang, sendi, otot sejak usia dini penting untuk kesejahteraan secara menyeluruh di setiap tahapan kehidupan,” ungkap dr. Riskiyana.

Lebih lanjut, dr. Riskiyana, meminta agar masyarakat Indonesia ikutan Germas. Menerapkan ini sangat mudah dan bisa membantu kesehatanmu secara keseluruhan.

“Sejak 2017, Pemerintah Indonesia telah menginisiasi GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) untuk mendorong masyarakat Indonesia agar rutin melakukan aktivitas fisik, menerapkan perilaku hidup sehat, pola makan gizi seimbang, dan deteksi dini penyakit,” jelasnya.

Tak hanya itu, dr. Rizkiyana juga menyarankanmu untuk bergerak setidaknya 30 menit per hari. Kamu perlu melakukannya secara rutin.

“Untuk melawan gaya hidup sedentari, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari 3 sampai 5 kali per minggu,” ungkap dr. Riskiyana.

“Aktivitas fisik untuk melawan gaya hidup sedentari dapat dilakukan di mana saja, termasuk saat di rumah saja selama pandemi,” tutupnya.
(FIR)