FITNESS & HEALTH

Benarkah Susu Bikin Badan Lebih Tinggi?

Sandra Odilifia
Minggu 18 Oktober 2020 / 16:00
Jakarta: Kebanyakan orang mungkin percaya bahwa susu dapat membuat seseorang menjadi lebih tinggi dan kuat. Bahkan, orang tua sering membiasakan anaknya untuk minum susu tinggi kalsium sejak dini.

Dengan banyaknya susu alternatif dan susu nabati yang ditawarkan, adakah pembenaran untuk gagasan ini secara ilmiah? Kira-kira seberapa kuat hubungan antara minum susu dan tinggi badan? 

Melansir dari Thelist, Antropolog Andrea Wiley, yang telah memelajari subjek tersebut selama bertahun-tahun, mengatakan bahwa ide minum susu untuk pertumbuhan berasal dari "pemahaman intuitif". 

Setiap jenis mamalia tentunya minum susu selama periode pertumbuhan yang cepat. Dan ini pertama kali memperoleh daya tarik sejak 1920-an.

Namun, Wiley mengatakan bahwa terlepas dari 100 tahun pemasaran (susu) yang cerdik, pertumbuhan lebih berkaitan dengan genetika daripada apa pun. 

Tinggi maksimum kamu ditentukan oleh gen yang kamu warisi, dan kamu tidak dapat mengubahnya dengan apa pun yang kamu lakukan atau minum.

Susu memang mengandung protein growth factor 1, atau IGF-1, yang mendorong pertumbuhan sel dan sering digunakan untuk merawat anak-anak dengan gangguan tinggi badan.

Tetapi sebenarnya meningkatkan asupan pun tidak akan membantu, karena tinggi badan adalah sesuatu yang secara alami diproduksi oleh tubuh manusia.

"Saya rasa kamu hanya dapat tumbuh sesuai dengan potensi genetik kamu untuk tinggi badan. Saya tidak berpikir kamu dapat menggunakan IGF-1 ekstra untuk tumbuh lebih tinggi lagi," kata Wiley.


susu
(Antropolog Andrea Wiley mengatakan susu kaya kalori, protein, serta mengandung banyak vitamin dan mineral. Susu juga makanan yang sangat bergizi dan pasti berkontribusi pada gizi anak. Foto: Pexels.com)
 

Apakah susu lebih efektif untuk pertumbuhan?


Ada penelitian yang menunjukkan bahwa susu sapi lebih efektif untuk pertumbuhan. Namun, ada bukti yang menunjukkan sebaliknya. 

Dalam sebuah studi tahun 2017, yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Nutrition, dokter anak meneliti perbedaan antara pertumbuhan pada anak-anak yang minum sekitar 8 ons susu non-sapi per hari dibandingkan mereka yang minum susu sapi dalam jumlah yang sama.

Ada perbedaan kecil antara kedua kelompok tersebut. Mereka yang minum susu bukan sapi, rata-rata, 0,2 inci lebih pendek daripada rekan mereka yang meminum susu sapi. Selain itu, anak usia tiga tahun yang minum susu alternatif lebih pendek setengah inci dibandingkan mereka yang minum susu sapi.

"Penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan susu sapi dikaitkan dengan perawakan yang lebih tinggi dari waktu ke waktu," kata Ahli endokrin pediatrik Mark DeBoer kepada Newsweek.

Meski demikian, DeBoer mengatakan sepertinya hal itu lebih berkaitan dengan hormon yang ditambahkan ke dalam susu. DeBoer juga mencatat ada anak-anak yang tidak toleran laktosa, yang mungkin mengalami perbedaan pertumbuhan akibat alergi dan malabsorpsi nutrisi.

Meskipun jawaban apakah susu benar-benar membuat kamu lebih tinggi 'agak suram', satu hal yang pasti adalah susu tetap baik untuk tubuh kamu.

"Tidak diragukan lagi bahwa susu sangat kaya kalori, protein, mengandung banyak vitamin dan mineral di dalamnya. Ini adalah makanan yang sangat bergizi. Dan pasti berkontribusi pada gizi anak," jelas Wiley.
(TIN)