FITNESS & HEALTH

Hindari Makanan dan Minuman Berikut Ini untuk Mencegah Gagal Ginjal

Raka Lestari
Jumat 04 Juni 2021 / 14:20
Jakarta: Ginjal berfungsi untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Ginjal akan mengirim racun ke kandung kemih, yang kemudian tubuh akan mengeluarkan racun saat buang air kecil.

Sementara itu, gagal ginjal terjadi ketika ginjal tubuh kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah dari darah secara memadai. Tubuh akan menjadi kelebihan racun jika ginjal tidak dapat melakukan pekerjaannya secara teratur.

Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal, yang dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani. Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah makanan dan minuman yang perlu dihindari agar tidak mengalami gagal ginjal:
 

1. Soda


Selain kalori dan gula yang terdapat pada soda, mereka juga bisa mengandung aditif yang mengandung fosfor, terutama soda berwarna gelap. Banyak produsen makanan dan minuman menambahkan fosfor selama pemrosesan untuk meningkatkan rasa, memperpanjang umur simpan, dan mencegah perubahan warna.

Tidak seperti fosfor alami, fosfor dalam bentuk aditif tidak terikat pada protein. Sebaliknya, itu ditemukan dalam bentuk garam dan sangat mudah diserap oleh saluran usus.
 

2. Makanan kalengan


Makanan kaleng, seperti sup, sayuran, dan kacang-kacangan, sering dibeli karena harganya yang murah dan praktis. Namun, sebagian besar makanan kaleng mengandung natrium dalam jumlah tinggi karena garam ditambahkan sebagai pengawet untuk meningkatkan umur simpannya.

Karena jumlah natrium yang ditemukan dalam makanan kaleng, orang dengan penyakit ginjal sering direkomendasikan untuk menghindari atau membatasi konsumsinya.
 

3. Susu dan produk turunannya


Susu dan produk turunannya memang sangat kaya akan nutrisi dan vitamin. Mereka juga merupakan sumber fosfor alami dan kalium dan sumber protein yang baik.

Namun, mengonsumsi terlalu banyak susu, bersama dengan makanan kaya fosfor lainnya, dapat merusak kesehatan tulang pada mereka yang menderita penyakit ginjal.

Ketika ginjal rusak, terlalu banyak konsumsi fosfor dapat menyebabkan penumpukan fosfor dalam darah, yang dapat menarik kalsium dari tulang. Hal ini dapat membuat tulang tipis dan lemah dari waktu ke waktu dan meningkatkan risiko patah atau patah tulang.
 

4. Daging olahan


Daging olahan telah lama dikaitkan dengan penyakit kronis dan umumnya dianggap tidak sehat karena kandungan pengawetnya. Daging olahan adalah daging yang telah diasinkan, dikeringkan, diawetkan, atau dikalengkan. Daging olahan biasanya mengandung banyak garam, sebagian besar untuk meningkatkan rasa dan mempertahankan rasa.
(FIR)