FITNESS & HEALTH

Waspada! Covid-19 Paling Mudah Menular pada Kondisi Ini

Raka Lestari
Rabu 07 Juli 2021 / 07:16
Jakarta: Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, situasi darurat covid-19 tidak dapat dihentikan hanya oleh tindak satu dua orang. Tapi aksi nyata kecil dengan mengetatkan disiplin protokol kesehatan.

"Satu tindakan kecil kita berarti ribuan, bahkan jutaan nyawa selamat dan kembali beraktivitas dengan sehat. Mari tunjukkan peran kita sebagai warga negara yang peduli untuk saling melindungi," ujar dr Reisa, dikutip dari covid19.go.id.

Kemudian dr. Reisa mengungkapkan covid-19 paling mudah menular pada kondisi ruangan tertutup, kesempatan pertemuan panjang (lebih 15 menit), dan interaksi jarak dekat, serta keramaian. Begitu juga aktivitas lainnya yang membuka risiko penyebaran percikan droplet seperti bernyanyi, berbicara, tertawa, terutama pada saat tidak memakai masker saat berinteraksi dengan orang lain.

"Maka penggunaan masker dengan benar dan konsisten adalah protokol kesehatan paling minimal yang perlu diterapkan semua orang saat ini, sekarang juga tanpa terkecuali," ujar dr Reisa.

Jenis masker yang lebih baik dalam melindungi, kata dr. Reisa, adalah masker bedah sekali pakai dan lebih baik lagi masker N95. Ia juga menyampaikan, untuk saat ini penggunaan masker sekali pakai sebanyak dua lapis merupakan pilihan yang terbaik. Tujuannya menurunkan risiko droplet atau percikan air masuk ke rongga mulut dan hidung.

“Pertama bersihkan tangan terlebih dahulu, gunakan masker bedah sebagai lapisan pertama. Pastikan kawat tipis yang terdapat di bagian atas masker bedah ditekan ke arah wajah, sehingga bentuknya mengikuti bentuk hidung. Kemudian lapisi dengan masker kain yang terdiri dari 3 lapis kain," kata dr Reisa.

Untuk itu, pakailah masker kain yang ukurannya pas. Pastikan tali atau karet masker kain dikaitkan dengan baik pada telinga atau diikat di bagian belakang kepala. Coba hembuskan napas dan rasakan apakah masih ada udara yang mengalir dari sisi atas dan sisi samping masker.

"Bila masih ada, atur kembali posisi dan kekencangan masker," tutur dr. Reisa.

Selain itu, dr. Reisa menyarankan agar tetap bisa bernapas dengan nyaman dan tidak merasa pusing atau berkunang-kunang, karena pemakaian dua masker ini. Ganti setiap empat jam sekali hanya buka apabila tidak ada orang lain yang berjarak dua meter dan selalu cuci tangan sebelum dan sesudah membuka masker.
(FIR)