FITNESS & HEALTH

Alasan Kamu Merasa Lelah dan Ngantuk Setelah Makan

Raka Lestari
Kamis 24 Juni 2021 / 08:00
Jakarta: Perut yang lapar terkadang memang bisa membuat perubahan mood, tetapi setelah makan juga bisa menimbulkan efek lainnya. Beberapa orang mungkin merasa lelah, bahkan setelah makan. Namun sebenarnya, merasa lelah setelah makan adalah hal yang normal.

“Kelelahan setelah mengonsumsi makanan lengkap umumnya normal dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan,” kata Alyssa Pike, ahli diet terdaftar dan manajer komunikasi nutrisi di International Food Information Council (IFIC).

Terutama jika berubah dari sangat lapar menjadi kenyang dalam waktu singkat, mungkin otak yang membuatmu mengantuk. “Dari perspektif evolusi, pada jaman dahulu makanan tidak selalu tersedia,” kata Pike dilansir dari Bustle.


(Jika kita masih lelah setelah makan, itu bisa jadi karena kita belum memenuhi kebutuhan tubuh untuk menopang kita sepanjang hari. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


“Dalam konteks itu, mungkin masuk akal jika kita bersantai setelah makan makanan lengkap. Kewaspadaan berlebihan yang terkait dengan kelaparan telah mereda, dan kita merasa bebas untuk beristirahat,” ujar Pike.

Di sisi lain, rasa lelah setelah makan bisa juga menunjukkan bahwa kamu masih lapar. “Jika kita masih lelah setelah makan, itu bisa jadi karena kita belum memenuhi kebutuhan tubuh untuk menopang kita sepanjang hari,” tutur Pike. Jika kamu masih merasa lelah setelah makan, mungkin kamu perlu camilan tambahan.

Atau mungkin kamu memiliki intoleransi makanan yang membuatmu mengantuk setelah makan. Pike juga menunjukkan kondisi seperti kelelahan kronis atau anemia yang dapat membuatmu merasa kelelahan setelah makan.

 

Apakah ada makanan tertentu yang menjadi penyebabnya?


"Para peneliti tidak sepenuhnya mengerti mengapa kelelahan setelah makan terjadi, tetapi satu hipotesis adalah bahwa makanan tertentu dapat memengaruhi kantuk ini," jelas Pike. Mengonsumsi kafein atau gula secara cepat dapat menyebabkan terjadinya crash setelah energi meningkat, dan itu akan membuat kita merasa lelah setelah tingkat energi menurun.

Triptofan adalah asam amino yang ditemukan dalam makanan berprotein tinggi, yang bisa membuat tubuh merasa mengantuk. Pike memberi tahu bahwa triptofan membantu tubuh menciptakan neurotransmitter serotonin, yang membantu mengatur tidur.


(Mengonsumsi kafein atau gula secara cepat dapat menyebabkan kita merasa lelah setelah tingkat energi menurun. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


"Ada kemungkinan bahwa peningkatan produksi serotonin bertanggung jawab atas rasa kantuk setelah makan makanan tersebut," katanya.

Menurut sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal eLife, makanan yang tinggi protein dan garam membuat lalat buah sangat mengantuk. Para ilmuwan menemukan bahwa efeknya mungkin bisa juga terjadi pada manusia.
(yyy)