FITNESS & HEALTH

Yang Perlu Diketahui tentang Asma Musiman

Kumara Anggita
Kamis 01 April 2021 / 06:00
Jakarta: Pernahkah kamu mendengar tentang asma musiman? Ini adalah asma yang muncul karena musim tertentu.

Mengetahui lebih dalam tentang asma, tentu akan membantumu menghindari gejala yang mungkin muncul. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang asma musiman yang dikutip dari Healthline.

Bagi sebagian orang, musim semi, musim panas, dan musim hujan, atau bahkan musim dingin mungkin merupakan waktu yang sangat menantang dalam setahun. Itu karena alergen musiman dapat memicu gejala asma.

Saat kamu alergi terhadap sesuatu, sistem kekebalanmu menganggap alergen sebagai penyerang yang harus diserang. Menanggapi alergen, sistem kekebalan kamu menghasilkan imunoglobulin E (IgE).

IgE adalah antibodi yang memicu pelepasan histamin saat alergen mengaktifkannya. Histamin ini menyebabkan gejala alergi seperti pilek, hidung gatal, mata berair, mata gatal, dan bersin.

Pada penderita asma, proses ini juga dapat memengaruhi paru-paru dan saluran udara mereka yang pada akhirnya menyebabkan gejala asma.
 

Pemicu asma musiman muncul


Pemicu umum asma musiman meliputi serbuk sari yang diproduksi oleh pohon, rumput, dan gulma. Alergi serbuk sari adalah pemicu umum asma musiman.

Selain itu, jamur dan lumut juga bisa menyebabkan gejala asma musiman. Jamur tertentu lebih mudah menyebar di cuaca kering dan berangin. Ini lebih mungkin berkembang biak dan menyebar saat dalam keadaan lembap.
 

Cuaca panas


Cuaca musim panas terdiri dari panas dan kering atau panas dan lembap. Kedua jenis panas ini dapat menyebabkan asma musiman. Menghirup udara panas dan kering dapat menyebabkan saluran udara kamu menyempit, menyebabkan gejala asma.

Perlu diketahui juga bahwa segala jenis panas dapat meningkatkan polusi, dengan menjebak ozon dan materi partikulat.
 

Cuaca lembap


Jenis udara ini juga dapat menyebabkan saluran udara kamu menyempit dan mengencang. Penderita asma seringkali merasa sulit bernapas dalam kondisi lembap.

Udara yang tidak bergerak dan berkabut juga dapat memicu gejala asma. Untuk itu, hindarilah kondisi-kondisi yang disebutkan agar asma tidak kambuh. Semoga bermanfaat.
(FIR)