FITNESS & HEALTH

Rambut Rontok dan Covid-19

Kumara Anggita
Selasa 05 Januari 2021 / 09:00
Jakarta: Orang yang terkena covid-19 mengalami berbagai gejala. Dan beberapa dari mereka melaporkan bahwa rambut rontok terjadi saat mereka terinfeksi.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat rambut rontok sebagai potensi efek jangka panjang covid-19 yang saat ini sedang diselidiki. 

Dikutip dari Healthline, sebuah studi pada November 2020 menyelidiki gejala covid-19 pada sekelompok kecil yang terdiri dari 63 peserta. Untuk 58 peserta yang termasuk dalam analisis, 14 (24,1 persen) melaporkan rambut rontok.

Dalam penelitian ini, rata-rata waktu mulai dari gejala covid-19 hingga kerontokan rambut yang nyata adalah 58,6 hari.

Rambut rontok teratasi pada 5 pada 14 peserta. Namun, 9 peserta masih mengalami kerontokan rambut pada saat mereka diwawancarai.
 

Mengapa covid-19 dapat menyebabkan rambut rontok?


Kerontokan rambut yang terlihat setelah berkaitan dengan apa yang disebu dengan telogen effluvium (TE). Orang dengan TE melaporkan kerontokan rambut yang terjadi secara tiba-tiba. Rambut biasanya rontok dalam jumlah besar, sering kali saat menyisir atau mandi.

Kebanyakan orang yang mengembangkan TE mengalami kerontokan rambut yang nyata dua sampai tiga bulan setelah peristiwa pemicunya. 

Ini biasanya mengurangi dari setengah dari kulit kepala dan berlangsung selama enam hingga sembilan bulan. Setelah periode ini, kebanyakan orang menemukan bahwa rambut yang hilang tumbuh kembali.
 

Bagaimana ini berhubungan dengan covid-19?


Salah satu pemicu potensial TE adalah penyakit akut disertai demam. Orang yang terjangkit covid-19 sering kali mengalami demam sebagai salah satu gejalanya.

Stres adalah pemicu potensial lainnya untuk TE. Tentu saja, mengalami penyakit seperti covid-19 dapat menyebabkan stres fisik dan emosional. Faktanya, TE juga telah diamati sebagai gejala pada beberapa orang karena tekanan karantina.
 

Apa mekanisme TE?


Rambut memiliki fase pertumbuhan yang berbeda. TE terjadi ketika stresor menyebabkan sejumlah besar rambut berhenti tumbuh dan memasuki fase istirahat (telogen).

Pada fase telogen, rambut beristirahat selama dua hingga tiga bulan sebelum dilepaskan dari kulit kepala untuk memungkinkan pertumbuhan rambut baru. 

Inilah sebabnya mengapa rambut rontok karena TE terjadi begitu lama setelah peristiwa pemicu, seperti penyakit atau periode yang sangat menegangkan. Perlu diingat bahwa covid-19 belum usai. Tetap terapkan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.
(TIN)