FITNESS & HEALTH

Mencampur Sperma ke Makanan, Apakah Berbahaya?

Raka Lestari
Minggu 19 September 2021 / 09:00
Jakarta: Beberapa waktu lalu, ramai diberitakan mengenai kasus seorang wanita yang melaporkan dokter berinial DP terhadap pelecehan seksual yang ia alami. 

Dokter DP tega mencampurkan sperma miliknya ke dalam makanan yang hendak dikonsumsi korban. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma berat dan gangguan makan.
 

Apakah menelan sperma berbahaya?


"Mengingat itu adalah cairan tubuh, itu bisa menjadi risiko Infeksi Menular Seksual (IMS) yang terkontaminasi," kata Dr Evan Goldstein, DO, seorang ahli proktologi yang berspesialisasi dalam kesehatan seksual pria di Bespoke Surgical. 

"IMS seperti klamidia, gonore, dan HPV (serta HIV) adalah risiko yang mungkin terjadi," sambung Goldstein lagi.


sperma
(Ada risiko kesehatan potensial yang bisa terjadi jika menelan sperma, misalnya jika seseorang memiliki alergi sperma. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 


Tapi risiko IMS tidak secara khusus disebabkan karena menelan sperma saja. "Tidak peduli apakah kamu menelan atau memuntahkannya, risikonya berasal dari ejakulasi yang terjdi dalam mulut," tulis Justin Lehmiller, Ph.D., seorang peneliti di Kinsey Institute dalam postingannya di tahun 2014.

Kemudian ada risiko kesehatan potensial lainnya jika menelan sperma, yaitu jika seseorang memiliki alergi sperma. 

Secara medis ini dikenal sebagai Hypersensitivity to Human Semen (HSS). Sekali lagi, ini tidak hanya berkaitan dengan menelan sperma, tetapi paparan sperma secara keseluruhan di mulut.

"Gejala HSS dapat bervariasi, tetapi paling tidak, biasanya melibatkan kemerahan, pembengkakan, dan gatal-gatal di area genital yang dimulai dalam waktu satu jam setelah paparan air mani," jelas Lehmiller. 

"Namun, beberapa wanita mengalami gejala yang lebih parah. Dan setidaknya beberapa mengalami reaksi anafilaksis, yang berpotensi mematikan," tukas Lehmiller.
 

Terbuat dari apakah sperma?


Seperti yang dijelaskan Nelson Bennett, MD, ahli urologi di Northwestern Memorial, kepada Men's Health, sperma mengandung sekitar 80 persen air. 

"Sperma juga mengandung protein dan asam amino," kata Bennett. "Ini memiliki fruktosa dan glukosa (keduanya gula), seng, kalsium, vitamin C, dan beberapa nutrisi lainnya."

Menurut Healthline, tinjauan studi tahun 2013 yang diterbitkan dalam Journal of Andrology menemukan bahwa konsentrasi protein rata-rata pada sperma adalah 5.040 miligram (mg) per 100 ml. 

Dan karena rata-rata ejakulasi mengeluarkan sekitar 5 mL sperma, itu berarti ada sekitar 252 mg protein dalam satu kali ejakulasi.

(TIN)