FITNESS & HEALTH

Beberapa Penyakit dari Gigitan dan Cakaran Kucing

Kumara Anggita
Minggu 01 Agustus 2021 / 12:00
Jakarta: Jika kamu pencinta kucing pastinya kamu pernah digigit kucing, baik itu gigitan manja atau gigitan karena dia over energi.

Ini terutama terjadi pada kucing yang masih kecil. Apakah ada yang salah atau berbahaya dengan gigitan kucing?

Mengutip Nancy Choi, M.D dari Healthline, beberapa gigitan kucing dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan. Ini karena kucing membawa banyak bakteri di mulutnya yang mampu menyebabkan infeksi pada luka gigitan.

Faktanya, tingkat infeksi dari gigitan kucing cukup tinggi. Menurut tinjauan penelitian tahun 2018, infeksi terjadi pada sekitar 50 persen gigitan kucing pada anak-anak.

Karena itu kamu perlu hati-hati khususnya untuk kucing liar yang biasanya tidak divaksinasi dan dapat membawa beberapa penyakit. Berikut beberapa penyakit yang sering dibawa oleh kucing.
 

Pasteurella multocida


Pasteurella multocida adalah jenis bakteri yang sering ditemukan di mulut kucing yang dapat menyebabkan infeksi setelah digigit atau dicakar. 

Faktanya, dalam tinjauan penelitian tahun 2013 menunjukkan bahwa Pasteurella adalah organisme paling umum yang diisolasi dari gigitan kucing dan anjing. Orang dengan gangguan kekebalan memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi parah dari bakteri ini.


gigitan kucing
(Kucing, seperti banyak mamalia lainnya, dapat membawa rabies. Rabies tergolong penyakit berbahaya karena berisiko menyebabkan kematian jika tidak cepat ditangani.Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Penyakit cakaran kucing


Cat scratch disease (CSD) atau Penyakit cakaran kucing (juga dikenal sebagai demam cakar kucing) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae. CSD ditularkan saat kucing membawa infeksi dari goresan, gigitan, jilatan.

Hewan-hewan berikut berada pada risiko tertinggi untuk membawa infeksi:

- anak kucing berusia kurang dari 1 tahun
- kucing yang berburu
- kucing liar
- kucing yang penuh kutu

Perlu diketahui bahwa CSD paling umum terjadi pada anak-anak. Menurut Poison Control, CSD biasanya tidak serius, tetapi orang dengan sistem kekebalan yang lemah berisiko mengembangkan infeksi yang lebih serius.
 

Rabies


Kucing, seperti banyak mamalia lainnya, dapat membawa rabies. Virus ini hampir selalu berakibat fatal jika tidak diobati, tetapi sangat jarang terjadi.

Sebagian besar kucing domestik sudah divaksinasi rabies. Jika kamu tahu kucing yang menggigitmu sudah  divaksin rabies, kecil kemungkinan kamu akan tertular rabies. 

Akan tetapi, jika kucing yang tidak divaksinasi telah menggigit kamu maka kamu harus waspada. Begitu gejala muncul, rabies biasanya berakibat fatal.
 

Tetanus


Tetanus adalah infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Clostridium tetani. Kamu disarankan untuk memiliki penguat tetanus setelah gigitan kucing jika kamu belum mendapatkan vaksin tetanus sebelumnya atau sudah lebih dari lima tahun tidak mendapat vaksin.
(TIN)