FITNESS & HEALTH

Penderita HIV/AIDS Rentan Tertular Covid-19, Benarkah?

Cindy
Rabu 01 Desember 2021 / 16:17
Jakarta: Penderita HIV/AIDS memiliki fungsi kekebalan tubuh yang lemah. Sementara, covid-19 dapat menimbulkan komplikasi berat pada pasien dengan kekebalan tubuh yang minim.

Dilansir dari hellosehat, penderita HIV/AIDS masuk kategori kelompok tersebut. Sehingga, covid-19 menjadi virus yang cukup mengerikan bagi pengidap HIV/AIDS. 

Benarkah pengidap HIV/AIDS rentan tertular covid-19? 

Ilustrasi pasien covid-19 di salah satu rumah sakit di India. Foto AFP
Ilustrasi pasien covid-19 di salah satu rumah sakit di India. Foto: AFP.

Menurut Centers for Diseases Control and Prevention (CDC), orang dengan HIV/AIDS yang menjalani pengobatan efektif tetap memiliki risiko yang sama untuk terinfeksi covid-19 dengan orang yang tidak memiliki HIV. 

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa hal ini belum tentu membuat penderita HIV/AIDS lebih rentan tertular covid-19. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. 

Hingga saat ini, WHO belum menemukan bukti penderita HIV lebih berisiko tertular covid-19 dibanding mereka yang tidak menderita HIV. Selain itu, belum ada juga bukti bahwa komplikasi covid-19 akan lebih berat pada penderita HIV/AIDS. 

WHO juga mendapat laporan mengenai penderita HIV yang berhasil pulih dari covid-19. Dari laporan tersebut, WHO menyimpulkan tingginya risiko penularan lebih disebabkan usia, bukan akibat jumlah HIV yang tinggi dalam tubuh atau CD4 (jenis sel darah putih) yang rendah. 

Data terbaru WHO menunjukkan bahwa risiko kematian akibat covid-19 pada pengidap HIV/AIDS disebabkan karena penyakit kardiovaskular, pernapasan, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Faktor ini tidak berbeda dengan orang negatif HIV

Baca: Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Pahami Gejala, Penyebab, dan Cara Cegah Penyakit HIV/AIDS

Cara mencegah penularan covid-19 pada penderita HIV/AIDS

Langkah-langkah pencegahan penularan covid-19 bagi pengidap HIV/AIDS tidak berbeda jauh dengan orang lain pada umumnya, yakni:
  1. Rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer
  2. Tetap di rumah dan menerapkan physical distancing
  3. Tidak berkerumun atau pergi ke tempat ramai
  4. Tidak menyentuh area wajah sebelum mencuci tangan
  5. Mengenakan masker saat harus pergi ke luar rumah
  6. Menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin menggunakan tisu. Bila tidak ada tisu, gunakan bagian siku lengan
  7. Menjalani gaya hidup sehat dengan makan bergizi, tidur cukup, dan mengelola stres dengan baik. 

(CIN)