FITNESS & HEALTH

Cegah Kanker Paru dengan Cara Berhenti Merokok

Raka Lestari
Rabu 01 Desember 2021 / 09:12
Jakarta: Kanker paru merupakan penyakit pada saluran pernapasan yang sangat berbahaya. Sebanyak 70 persen kematian akibat kanker paru terjadi di negara berpendapatan kecil dan negara berkembang.

Kanker paru menempati urutan ketiga kanker terbanyak di Indonesia. Sedangkan pada pria, kanker paru menempati urutan no. 1 kanker terbanyak yang diderita.

Menurut dr. Gatut Priyonugroho, Sp.P, Dokter Spesialis Paru RSUI, saat ini tren penyakit bergeser menjadi penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, dan kanker, termasuk kanker paru. Hal ini juga dibarengi dengan jumlah dan proporsi perokok yang meningkat.

Berdasarkan data dari UNICEF terkait profil remaja di Indonesia tahun 2021, sebanyak 59.7 persen orang mulai merokok setiap hari pada usia di bawah 19 tahun. Kasus kanker paru di Indonesia menempati urutan ketiga kanker terbanyak (8.6%), setelah kanker payudara (16.7%) dan kanker leher rahim (9.3%).

Dalam satu tahun, sebanyak setengah dari penderita kanker paru meninggal dunia. Rokok menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian kanker.

“Di masyarakat, banyak orang yang merasa ada orang yang merokok tapi sampai saat ini masih sehat dan tidak terkena kanker paru. Atau ada pula penderita kanker paru yang tidak berobat namun masih hidup sampai saat ini. Hal ini tidak bisa kita simpulkan dengan demikian, kita sebaiknya melihat dari penelitian-penelitian dengan jumlah sampel yang lebih banyak” ungakp dr. Gatut.

Beberapa zat berbahaya yang dapat menyebabkan kanker dan terdapat dalam rokok di antaranya Benzoapiren dan Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH). Sejak 1970an zat-zat ini diketahui menyebabkan kanker pada seluruh hewan yang diteliti (pada tikus, mencit, monyet), baik dihirup, maupun ditelan atau disuntikkan.

“Setidaknya rokok juga mengandung 70 zat yang mencetuskan kanker. Sebagian bahaya lainnya yaitu terkait adiksi. CDC menyatakan bahwa merokok menjadi penyebab utama yang dapat dicegah terhadap kejadian kanker dan kematian akibat kanker. Peluang perokok aktif 4.6 kali lipat lebih besar untuk mengalami kanker paru dibanding orang yang tidak merokok” tambah dr. Gatut.

Untuk mencegah kanker paru, langkah utama adalah dengan menghindari penyebabnya, yaitu berhenti merokok. Rokok yang dapat menimbulkan kanker ini bukanlah akibat asap yang tertimbun di badan, melainkan zat-zatnya yang lama kelamaan membuat DNA rusak, sehingga nantinya bisa mengakibatkan mutasi gen.
(FIR)