FITNESS & HEALTH

Sering Disebut, Apakah Pengertian dari Efikasi?

Raka Lestari
Kamis 28 Januari 2021 / 19:27
Jakarta: Beberapa waktu belakangan ini, penggunaan kata efikasi sering muncul berkaitan dengan program vaksinasi covid-19 yang ada di Indonesia.

Dan memang, setiap vaksin yang diproduksi dari perusahaan berbeda tentunya memiliki tingkat efikasi yang berbeda-beda. Namun, ternyata masih banyak masyarakat yang masih belum paham benar mengenai pengertian dari efikasi. 

“Efikasi adalah suatu penilaian terhadap suatu obat, termasuk juga vaksin dilihat dari bagaimana setelah diberikan obat atau vaksin itu memberi manfaat bagi populasi yang diberikan,” jelas Prof. Amin Soebandrio, Ketua Lembaga Eijkman pada acara Media Group News Summit: Indonesia 2021 - Solusi Maju Bersama dengan tema "Public Health: Vaccine What to Expect"? pada Rabu, 27 Januari 2021. 

Ia menambahkan, “Efikasi itu diperoleh dari uji klinik, dimana pada saat dilakukan uji klinik itu semuanya terkendali. Kondisi vaksinnya juga semua dikendalikan, orangnya setelah disuntik itu dikontrol setiap minggu. Dan efikasi ini bisa berbeda dengan effectiveness. Angka effectiveness itu munculnya dari dunia nyata, ketika sudah diberikan ke masyarakat,” ujar Prof. Amin. 

“Misalnya, vaksinnya mungkin ketika sedang dikirimkan terkena macet atau kehujanan. Faktornya bisa macam-macam sehingga tidak selalu optimal. Efikasi yang tinggi tidak menjamin effectiveess yang tinggi,” tutur Prof. Amin. 

Saat ini Indonesia telah mendapatkan vaksin Sinovac dengan tingkat efikasi sekitar 65 persen, lalu bagaimana sebenarnya yang terjadi? 

”Efikasi itu tidak sama dengan probability untuk terjadinya infeksi. Efikasi lebih menggambarkan berapa perbedaan risiko orang yang divaksin dan orang yang tidak divaksin kemungkinan terlindungi,” jelas Prof. Amin. 

“Satu hal yang perlu diingat, nilai efikasi itu belum final. Masih laporan sementara. Belum ada yang berakhir karena kan masih ada uji klinis fase 3 sehingga bisa naik atau turun. Sebaiknya gunakan data-data yang final untuk menentukan apakah efikasinya tinggi atau rendah,” tutup Prof. Amin. 
(TIN)