FITNESS & HEALTH

WHO: Sekitar 22 Vaksin Telah Memasuki Pengujian Tahap Akhir

Raka Lestari
Jumat 22 Januari 2021 / 16:10
Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, semua orang tidak perlu khawatir untuk mendapatkan akses vaksin covid-19, karena setiap orang akan mendapatkan vaksin covid-19. Hal ini tentunya menjadi kabar yang melegakan, mengingat vaksin menjadi salah satu harapan untuk mengakhiri pandemi covid-19.

Asisten direktur jenderal WHO, Mariangela Simao, mengatakan badan kesehatan PBB sedang bekerja untuk memastikan akses suntikan covid-19 di seluruh dunia. Jadi tidak ada yang perlu panik, karena semua akan mendapat vaksin.

"Kami telah bekerja sangat keras untuk memastikan bahwa semua negara, semua populasi, memiliki kesempatan untuk mengakses vaksin ini. Simao mengatakan bahwa sekitar 50 negara telah memulai kampanye vaksinasi, dan lebih dari 40 di antaranya adalah negara berpenghasilan tinggi," katanya.

Menurut tinjauan umum WHO tentang kandidat vaksin, dari 64 vaksin yang telah diuji pada manusia, sekitar 22 di antaranya telah mencapai pengujian massal tahap akhir. Dan saat ini, 173 calon vaksin lebih lanjut sedang dikembangkan di laboratorium dengan tujuan untuk uji coba pada manusia.

Ketua ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, menyambut baik rangkaian yang benar-benar luar biasa tersebut. Ia juga mengatakan bahwa penting sekali untuk memiliki beragam jenis vaksin dengan sifat berbeda.

Sejauh ini, WHO hanya menyetujui validasi penggunaan darurat untuk vaksin Pfizer-BioNTech sebanyak dua dosis. Dan kedua jenis vaksin ini membutuhkan penyimpanan dengan suhu yang sangat dingin.

"Hal inilah yang menjadi masalah di banyak negara," kata Swaminathan.

Saat ini, menurut Swaminathan, ada berbagai jenis vaksin yang sedang dalam perkembangan. Mulai dari vaksin yang membutuhkan suntikan satu dosis, vaksin yang dihirup melalui hidung, atau pun versi yang akan jauh lebih terjangkau daripada yang saat ini ada.

“Mungkin nanti akan ada banyak vaksin yang memiliki keunggulan dibandingkan generasi pertama,” kata Swaminathan.

“Kami akan belajar tentang seberapa efektif vaksin ini sebenarnya mencegah penyebaran infeksi dari orang ke orang. Beberapa vaksin menghasilkan kekebalan seperti menghentikan infeksi dan mencegah penyakit. Sedangkan beberapa vaksin tidak menghentikan infeksi tetapai dapat mencegah penyakit," tutup Swaminathan.
(FIR)