FITNESS & HEALTH

Amankah Vaksin Covid-19 untuk Pasien Hipertensi?

Raka Lestari
Senin 01 Maret 2021 / 14:13
Jakarta: Pasien hipertensi diperbolehkan mendapatkan vaksin covid-19. Namun, harus ada aturan serta hal-hal yang perlu diperhatikan jika ingin melakukan vaksinasi. Pasien hipertensi juga merupakan kelompok pasien yang rentan jika terinfeksi covid-19 karena memiliki penyakit komorbid.

"Tidak ada kontraindikasai melakukan vaksinasi covid-19 pada pasien hipertensi. Kecuali ada hal-hal yang mendadak seperti misalnya tekanan darahnya sangat tinggi lebih dari 180/100. Itu yang perlu diwaspadai," ujar dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, President of Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dalam Virtual Press Conference "Tatalaksana Hipertensi pada Masa Pandemi."

Kemudian bagaimana jika tekanan daerah pasien dibawah 180/110? Menurut dr. Tunggul, berdasarkan data yang ada pemberian vaksinasi jika tekanan di bawah 180/110 tidak akan membahayakan. 

"Vaksin itu kan virusnya sudah dilemahkan atau dimatikan. Jadi sebenarnya tidak akan ada kontraindikasi apapun," ujarnya.

"Sebenarnya yang berbahaya jika diberikan pada pasien dengan tekanan darah lebih dari 180/110 itu karena itu termasuk dalam keadaan darurat. Pada saat darurat tersebut, bisa terjadi misalnya pembuluh darah otak pecah. Itu bisa menyebabkan stroke. Dan itu sebenarnya bisa terjadi tanpa diberikan vaksin pun," jelas dr. Tunggul.

Ia menambahkan bahwa jika pasien hipertensi mengalami tekanan darah diatas 180/110 sebaiknya yang diatasi terlebih dahulu adalah kondisi kegawat daruratannya tersebut. Beberapa kondisi gawat darurat tersebut bisa berdampak sangat fatal, mulai dari stroke hingga serangan jantung.

"Jadi, sebelum melakukan vaksin juga sebaiknya harus dilakukan anamnesis terlebih dahulu. Apakah ada gejala-gejala akut misalnya nyeri dada atau sakit kepala hebat. Itu kan tanda-tanda stroke. Apakah dalam dua minggu ada pelemahan atau 'mencong' itu kan sudah stroke akut ya," ujar dr. Eka Harmeiwaty, SpS, Sekretaris Jendral Indonesian Society of Hypertension (InaSH).

Untuk itu. dr. Eka merekomendasikan untuk melakukan pengecekan apakah ada gejala-gejala kegawatdaruratan, terutama gejala stroke sebelum pasien hipertensi melakukan vaksinasi.

(TIN)