FITNESS & HEALTH

Manfaat Tertawa bagi Kesehatan dan Sistem Imun Tubuh

Raka Lestari
Kamis 03 Juni 2021 / 07:13
Jakarta: Menertawakan hal-hal yang lucu, ternyata bisa memberikan dampak yang cukup banyak untuk kesehatan secara umum. Dianggap sebagai obat yang terbaik, tertawa juga dianggap dapat meningkatkan sistem imun tubuh, mengurangi stres dan menyembuhkan tubuh.

“Tertawa dapat mengangkat semangat kita, menghubungkan kita dengan orang lain dan menyembuhkan kita dalam prosesnya,” jelas Sujata Kelkar Shetty, ilmuwan biologi dan penulis 99 Not Out.

Apakah tertawa benar-benar membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kekebalan tubuh?

Otot-otot wajah yang digunakan saat tertawa, menangis, atau cemberut terhubung ke pusat emosi otak. Saat tertawa, pusat bahagia di otak menyala, memicu pelepasan endorfin yang mengurangi keparahan rasa sakit.

“Endorfin masuk ketika kita tertawa, dan kita bisa merasakan peningkatan suasana hati dengan segera. Endorfin adalah pembunuh rasa sakit alami tubuh,” kata Shetty.

Faktanya, menurut banyak penelitian, mereka yang menertawakan video lucu atau lelucon memiliki ambang rasa sakit yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang tidak.

Menurut Shetty, penelitian menunjukkan bahwa tertawa meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, meningkatkan memori pada orang dewasa yang lebih tua, dan bekerja serta berolahraga dalam pengobatan depresi.

Produksi dopamin mendorong kerja sel NK (Natural Killer cells), yang merupakan pertahanan utama tubuh terhadap penyakit. Pikiran positif sebenarnya melepaskan neuropeptida yang dapat meningkatkan kekebalan secara keseluruhan.
 

Cara tertawa dalam mengurangi stres


Sementara endorfin meningkatkan ambang rasa sakit, mereka juga meningkatkan sekresi dopamin. Hormon bahagia ini menurunkan kecemasan dan stres, dan membuat kita merasa lebih baik.

“Tertawa mengurangi kadar hormon stres kortisol dalam tubuh kita, menjadikannya alat manajemen stres yang sangat baik,” tegas Shetty.

Tertawa, terutama yang terbahak-bahak dapat merangsang jantung dan paru-paru juga. Ini memperluas paru-paru, sehingga memberi sel kita lebih banyak oksigen, sama seperti olahraga.

"Hal ini menyebabkan tekanan darah turun, membuat seluruh tubuh rileks dalam prosesnya,” kata Shetty.
 

Apakah pura-pura tertawa bisa bermanfaat juga?


“Tubuh tidak bisa membedakan antara tawa palsu dan asli, yang terpenting adalah posisi otot-otot wajah seolah-olah kita benar-benar tertawa. Dan menonton seseorang tertawa juga bisa  menular secara sosial,” kata Shetty.

Untuk itu, Shetty menyarankan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman dan keluarga yang dapat kamu ajak tertawa, serta menonton, membaca, dan mendengarkan konten lucu secara teratur.
(FIR)