FITNESS & HEALTH

Seberapa Perlukah Asupan Daging untuk Anak?

Raka Lestari
Sabtu 13 Februari 2021 / 21:12
Jakarta: Protein merupakan zat yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Orang tua banyak yang memilih daging untuk memenuhi asupan protein untuk anak-anak. Namun sebenarnya, ada banyak sekali sumber makanan mengandung protein selain daging.

"Daging menyediakan sumber protein, lemak, zat besi, zinc, dan B12, yang semuanya penting untuk pertumbuhan," kata Nicole Silber, ahli diet dan spesialis nutrisi anak.

"Meskipun demikian, nutrisi ini bisa ditemukan dalam kombinasi dari sumber makanan lainnya seperti ikan, susu, kacang-kacangan, dan biji-bijian," tambahnya.

Menurut Silber, daging dapat diberikan dengan diet yang seimbang tetapi itu tidak mutlak diburuhkan. Jadi, meskipun daging memang bagus untuk anak-anak menurut Silber orang tua tidak selalu harus memberikan daging pada makanan mereka.

Dan faktanya, aman bagi anak-anak untuk mengikuti pola makan nabati. Bahkan diet vegan sekalipun, jika anak tersebut mau. "Namun orang tua harus memastikan mereka mendapatkan cukup kalori, lemak, protein, dan beberapa nutrisi penting lainnya, seperti zat besi, B12, zinc, dan kalsium dari sumber non-daging," kata Silber.

Tetapi jika orang tua ingin balita mengonsumsi sedikit daging dalam makanannya, Silber menyarankan agar orang tua fokus pada kualitas daging dan mencoba memilih daging yang berasal dari hewan yang memang dikembangbiakkan secara organik.

"Saya biasanya merekomendasikan potongan daging berlemak lebih tinggi, yang menghasilkan tekstur lebih lembap, dan lebih banyak lemak untuk perkembangan otak. Saya suka memasak daging sapi dengan metode slow cooking dengan rasa bumbu sederhana seperti bawang dan bawang putih dan kaldu, burger, atau bakso," ujar Silber

Ia juga memperingatkan orang tua terhadap steak panggang, atau daging yang terlalu kenya karena ini bisa menimbulkan bahaya tersedak bagi beberapa anak. Dan apa pun yang berkaitan dengan kesehatan si kecil secara keseluruhan, selalu ada baiknya untuk menjalankan ide atau perubahan pola makan berdasarkan dokter spesialis anak. 
(YDH)