FITNESS & HEALTH

Cara Penularan Herpes Zoster serta Pencegahannya

Raka Lestari
Jumat 09 April 2021 / 10:05
Jakarta: Herpes Zoster juga dikenal sebagai shingles, cacar ular, atau cacar api, yaitu suatu sindrom khas yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella zoster (VZV). Virus ini merupakan virus yang sama yang menyebabkan cacar air.

Reaktivasi ini terjadi ketika kekebalan terhadap VZV menurun karena penuaan atau  imunosupresi. Saat virus Herpes Zoster masuk ke dalam tubuh manusia, virus tersebut berdiam di sistem syaraf dan menetap di dalamnya, dan akhirnya aktif pada waktu yang tak terduga-duga.

"Herpes Zoster terutama terjadi pada ke lompok usia 45-64 tahun. Namun, saat ini tren kasus Herpes Zoster cenderung terjadi pada usia yang lebih muda dan lebih sering terjadi pada wanita," ujar dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, dokter spesialis kulit dan kelamin sekaligus CEO Klinik Pramudia dalam Virtual Media Briefing: Bagaimana Jika Terkena Herpes di Masa Pandemi Covid-19".

Dokter Anthony menambahkan bahwa, sekitar 30 persen populasi pernah mengalami Herpes Zoster semasa hidupnya. Penularan virusnya bisa melalui pertukaran napas dan kontak dengan lesi/gejala di kulit. Penularan Herpes Zoster terjadi ketika ada kontak langsung dengan cairan pada lepuhan ruam yang dialami penderita.

"Mereka yang belum pernah menderita cacar air atau tidak pernah menerima vaksin cacar air memiliki risiko tinggi tertular. Jika terinfeksi, mereka akan terkena cacar air, bukan herpes zoster. Lalu kemudian virus itu bisa berkembang sewaktu-waktu menjadi Herpes Zoster. Masa inkubasi setelah pertama kali kontak hingga timbulnya lesi di kulit sekitar 10-21 hari," jelas dr. Anthony.

Pada dasarnya, seseorang yang pernah menderita cacar air punya risiko besar untuk terkena Herpes Zoster. Namun, risiko besar ada pada orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah (imunokompromais), seperti lansia, penderita HIV/AIDS,pasien transplantasi organ, penderita kanker, stress psikis, pasien pasca operasi, dan pasien yang minum obat-obat yang dapat menekan sel imun tubuh.

Pada pengobatan Kanker misalnya, radiasi atau kemoterapi dapat menurunkan daya tahan terhadap penyakit dan dapat memicu Herpes Zoster. Maka, fokus pencegahan terhadap Herpes Zoster yaitu meningkatkan imunitas tubuh secara umum, serta menghindari kontak terhadap virus dari penderita Herpes Zoster.

"Gejala awal bersifat tidak spesifik, sebelum muncul tanda nyata pada kulit (ruam merah dan lenting berisi air) biasanya hanya berupa rasa  lelah, sakit  kepala dan lemas  (disebut gejala   pro-dormal) yang berlangsung selama 1-5 hari,” tutup dr. Anthony.
(FIR)