FITNESS & HEALTH

WHO Umumkan Imbauan Terbaru terkait Penggunaan Masker

Raka Lestari
Kamis 03 Desember 2020 / 14:10
Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu ini merekomendasikan penggunaan masker wajah, ketika kamu berada di dalam ruangan dengan orang lain dan jika ventilasi dianggap tidak memadai. Anjuran tersebut disampaikan dalam pedoman terbaru covid-19 mengenai penggunaan masker.

Rekomendasi terbaru ini berlaku di daerah-daerah yang diduga atau diketahui menjadi kluster penularan covid-19. WHO menyarankan masyarakat umum harus memakai masker non-medis di dalam ruangan.

"misalnya toko, tempat kerja bersama, sekolah atau pengaturan luar ruangan di mana jarak fisik setidaknya satu meter tidak dapat dipertahankan," tulis pedoman terbaru dari WHO.

“Jika berada di dalam ruangan, kecuali jika ventilasi telah dinilai memadai, maka WHO menyarankan masyarakat umum harus memakai masker non-medis, terlepas dari apakah bisa melakukan social distancing atau tidak,” tulis WHO.

Badan kesehatan PBB juga mengimbau masyarakat untuk tidak memakai masker selama aktivitas fisik yang berat, dan tidak menggunakan masker dengan katup. Hal ini karena masker yang menggunakan katup dapat menghilangkan fungsi filtrasi pada masker wajah.

Dalam pembaruan keempat tentang panduan masker selama pandemi ini, WHO juga menyerukan penggunaan masker yang lebih luas dalam rangkaian layanan kesehatan. Terutama di daerah yang berada dalam kluster infeksi atau penularan komunitas.

Ini juga berarti menyerukan penggunaan masker oleh pasien rawat inap ketika jarak fisik, setidaknya satu meter tidak dapat dilakukan atau ketika pasien berada di luar area perawatan mereka. Secara lebih umum, WHO terus menyarankan siapa pun yang diduga menderita covid-19 atau menunggu hasil tes covid-19 untuk memakai masker medis saat berada di sekitar orang lain.

Dan mengenai face shield atau pelindung wajah, WHO mengatakan bahwa itu hanya memberikan tingkat perlindungan mata dan tidak boleh dianggap setara dengan masker dalam hal perlindungan terhadap tetesan pernapasan (droplets).

WHO juga mengatakan bahwa jika masker tidak tersedia atau jika orang mengalami kesulitan mengenakan masker non-medis, misalnya orang dengan gangguan kognitif, pernapasan, atau pendengaran, maka pelindung wajah dapat dianggap sebagai alternatif.

"Jika pelindung wajah akan digunakan, pastikan desain yang tepat untuk menutupi sisi wajah dan di bawah dagu," menurut aturan WHO.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.
(FIR)