FITNESS & HEALTH

Mengenal Biopsi Teknologi Robotik, Inovasi Deteksi Dini Kanker Prostat

Raka Lestari
Kamis 18 Februari 2021 / 10:25
Jakarta: Di Indonesia, kanker prostat menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita diperkirakan mencapai 25.012 orang. Sebagian besar pasien didiagnosis pada stadium lanjut karena deteksi dini kasus kanker prostat yang belum optimal.

“Padahal, pasien kanker prostat yang didiagnosis dan ditatalaksana pada stadium dini memiliki angka harapan hidup selama 10 tahun dan mencapai di atas 90 persen. Angka ini dapat turun hingga 50 persen apabila ditemukan pada stadium lanjut," ujar dokter spesialis konsultan uro-onkologi Siloam Hospitals ASRI, dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp.U(K), PhD, dalam Virtual Media Briefing, pada Rabu, 17 Februari 2021.

Oleh karena itu, program deteksi dini yang lebih baik dan efisien perlu ditingkatkan. Salah satu inovasi untuk melakukan deteksi dini kanker prostat yaitu dengan biopsi prostat dengan teknologi robotik.

“Deteksi dini bertujuan agar dapat dilakukan intervensi secepatnya dan mencegah prognosis yang lebih  buruk. Biopsi prostat dengan teknologi robotik digunakan untuk meningkatkan ketepatan pengambilan   sampel jaringan di lokasi sel kanker prostat,” ujar dokter spesialis urologi dan Ketua Asri Urology Center (AUC), Dr.dr. Nur Rasyid, Sp.U(K).


(Kanker pada prostat pria ialah kelenjar kecil berukuran kenari yang menghasilkan cairan sperma. Foto: Dok. Topdoctors.co.uk)

Menurutnya, dengan adanya teknologi ini, diagnosis menjadi lebih cepat dan akurat. Waktu biopsi lebih singkat, serta menghindari dilakukannya biopsi ulang.

“Terdapat beberapa keuntungan menggunakan teknologi robotik. Pertama, gerakan pemindaian dapat membuat irisan gambar 2D yang terdistribusi secara merata  untuk rekonstruksi 3D. Kedua, panduan jarum dapat   secara  otomatis disejajarkan pada target dan dikunci untuk biopsi. Yang terakhir, deformasi  prostat  karena interaksi dengan probe dapat diminimalkan karena gerakan yang sama dapat digunakan untuk memindai  dan menyelaraskan probe untuk biopsi," tambah dr. Agus.

Biopsi prostat dengan teknologi robotik dan lokalisasi jarum merupakan perkembangan teknologi yang berpotensi positif memengaruhi diagnosis dan tata laksana kanker prostat. 

Kemajuan signifikan memungkinkan lokalisasi target yang lebih tepat dan akurat namun perlu adanya pengembangan teknologi agar alat ini tersedia untuk penggunaan klinis sehari-hari.
(yyy)