FITNESS & HEALTH

Tanda Trauma Masa Kecil

Kumara Anggita
Minggu 15 November 2020 / 11:00
Jakarta: Pengkhianatan walaupun sering terjadi tidak boleh disepelekan. Ini karena pengkhianatan yang tak diproses dengan baik bisa menimbulkan trauma berkepanjangan.

Dikutip dari Healthline, hubungan masa kecil kamu yang paling awal sangat penting karena waktu itu kamu meletakkan dasar untuk hubungan selanjutnya. Ketika ikatan ini kuat dan terjamin, kamu akan membuka jalan menuju keterikatan yang aman di masa dewasa.

Sebaliknya, bila kamu tak mendapatkannya, hubungan kamu ke depannya akan goyah atau bermasalah.

Waktu kecil anak memandang orang tua sebagai sosok yang memprioritaskan kesejahteraan mereka, dan mereka biasanya mempercayai orang tua sepenuhnya, sampai orang tua mengecewakan mereka. Namun bila ini tak didapatkan, maka kepercayaan anak akan hancur. 

Trauma pengkhianatan dapat memengaruhi kesehatan fisik dan emosional, tetapi efek spesifiknya dapat bervariasi tergantung pada jenis trauma. Ingatlah bahwa tidak semua orang mengalami trauma dengan cara yang sama.
 

Trauma masa kecil


Efek pengkhianatan dapat muncul segera setelah trauma dan bertahan hingga dewasa. Tanda-tanda utamanya meliputi:

- Kesulitan mengenali, mengekspresikan, atau mengelola emosi

- Kecemasan, depresi, dan gejala kesehatan mental lainnya

- Mimpi buruk

- Sakit fisik atau sakit perut

- Serangan panik

- Pikiran untuk bunuh diri

- Kesulitan mempercayai orang lain

- Masalah keterikatan

- Gangguan makan

- Penggunaan zat terlarang

Jika orang tuamu gagal melindungi kamu, pengkhianatan ini bisa sangat bertentangan dengan apa yang kamu harapkan sehingga kamu akhirnya memblokirnya untuk mempertahankan keterikatan. 

Kemampuan kamu untuk "melupakan" menjadi mekanisme koping. Koping adalah cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah dan beradaptasi dengan perubahan. Koping ini mungkin menbantu namum di sisi lain hal ini juga dapat memengaruhi ingatan dan perasaan akan diri kamu.
(TIN)