FITNESS & HEALTH

Anak dengan Komorbid Harus Tetap Divaksin Covid-19, Ini Alasannya

Raka Lestari
Sabtu 22 Januari 2022 / 19:12
Jakarta: Saat ini pemberian vaksinasi covid-19 pada anak-anak sudah mulai dilakukan. Hal ini sejalan dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang memang sudah banyak dilakukan.

Meski demikian, masih banyak orang tua yang mungkin masih khawatir anaknya divaksin. Tapi Prof. DR. Dr. Sri Rezeki H. Hadinegoro, Sp.A (K) mencoba menjelaskannya.

Kalau untuk mengetahui anak-anak yang boleh atau tidak boleh vaksin, mungkin pada mereka yang pernah mengalami KIPI berat pada vaksinasi sebelumnya,” kata  Prof Sri yang juga Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), dalam acara Seminar Media Ikatan Dokter Anak Indonesia, pada Sabtu, 22 Januari 2022.

Menurut Prof. Sri, pada umumnya anak-anak boleh melakukan vaksinasi. Tapi jika anak sedang demam karena flu atau demam berdarah, bisa divaksin tunggu hingga betul-betul sembuh. Biasanya lima hari setelah mereka benar-benar sembuh.

“Tapi kalau anak yang memiliki kondisi penyakit yang akut, misalnya diabetes, kanker, penyakit jantung bawaan, atau ginjal, bisa ditunggu sampai bisa melakukan kontrol ke dokter yang merawatnya. Jika memang terkontrol dengan baik bisa dilakukan vaksinasi,” tutur Prof. Sri.

Dalam artian, kalau anak tersebut memiliki kanker bukan berarti tidak divaksin. Sebagai contoh, anak bisa divaksin jika kankernya sudah remisi atau sudah bagus, dan tidak ada keluhan, maka bisa segera dilindungi dengan mendapatkan vaksinasi.

“Ini karena pada anak-anak yang sudah memiliki komorbid, justru ketika terinfeksi covid-19 kemungkinan besar akan mengalami gejala yang berat. Jadi memang, kalau yang memiliki penyakit komorbid atau misalkan sedang sakit hanya waktunya saja yang diatur. Dan konsultasikan dengan dokter yang merawat,” jelas Prof. Sri.

Dan sebelum melakukan vaksinasi pun, menurut Prof. Sri, pada umumnya tidak ada pantangan-pantangan untuk anak.

“Saya kira sebelum divaksinasi tidak perlu dipantang, anak-anak kan harus sehat. Kalau dipantang untuk makan ini itu yang ada takutnya mereka malah jadi sakit,” tuturnya.

“Takutnya kalau terlalu banyak dipantang, anak malahan menjadi lemah, kurang makan, dan lain sebagainya. Padahal kan ketika mau divaksinasi anak justru harus dalam keadaan sehat,” tutup Prof. Sri.
(FIR)