FITNESS & HEALTH

Mengapa Pasien Isoman Covid-19 Bisa Meninggal Dunia di Rumah?

Kumara Anggita
Selasa 27 Juli 2021 / 21:28
Jakarta: Saat ini, kasus covid-19 jumlahnya masih tinggi. Dan sayangnya, tidak semua pasien bisa tertampung di rumah sakit karena kapasitas yang tersedia terbatas.

Karena itu, untuk yang positif covid-19 tanpa gejala (OTG) atau ringan bisa melakukan isolasi mandiri atau isoman di rumah dengan sejumlah persyaratan. Namun sayangnya dalam beberapa kasus isoman berakhir dengan meninggal dunia.

Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes hal ini tentu saja bukan hal yang menyenangkan. Dan ini terjadi karena ada varian baru. Ini adalah virus korona yang telah bermutasi dan pertama kali dilaporkan di India muncul pada desember 2020.

“Penyebab banyaknya kematian pada isolasi mandiri adalah kasus yang kita hadapi ini adalah kasus varian Delta. Ini merupakan varian yang lebih cepat menular dan meningkatkan tingkat keparahan,” ujarnya dalam Newsline Metro TV.

Dikutip dari Alodokter, riset sejauh ini menyebutkan bahwa varian Delta memiliki tingkat penularan lebih tinggi hingga 40 persen dibandingkan virus korona varian Alpha. 

Beberapa laporan kasus menyebutkan bahwa ada lebih banyak pasien positif covid-19 varian Delta yang membutuhkan perawatan di rumah sakit daripada pasien covid-19 varian lain.


isoman
(Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes mengatakan setidaknya ada tiga kriteria yang perlu diperhatikan saat isoman covid-19. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Selain itu, virus korona varian Delta diketahui dapat menimbulkan komplikasi yang lebih parah pada pasien lansia atau yang memiliki penyakit penyerta sebelumnya, seperti diabetes, hipertensi, atau asma.

Ia kemudian menegaskan bahwa orang yang boleh melakukan isoman adalah mereka yang memiliki setidaknya tiga kriteria.
 

1. Lokasi


“Pertama, memiliki tempat atau lokasi yang betul-betul bisa digunakan untuk melakukan isolasi mandiri. Ini artinya memiliki ruangan yang terpisah dari keluarga lain, memiliki ventilasi dan cahaya matahari yang baik,” jelasnya.
 

2. Gejala ringan tanpa sesak


“Kondisi lain untuk isolasi mandiri adalah tanpa gejala atau ringan tapi tanpa disertai sesak. Sesak ini artinya saturasi oksigen kurang dari 94 persen,” lanjutnya.
 

3. Komorbid 


“Kondisi lainnya adalah komorbid yang tak terkontrol seperti hipertensi, diabetes. Ini lebih baik isolasi secara terpusat,” tutupnya.
(TIN)