FITNESS & HEALTH

Ini Periode Penentu agar Menjadi Lansia yang Sehat

Raka Lestari
Sabtu 31 Juli 2021 / 14:10
Jakarta: Seseorang yang sudah berusia lanjut, merupakan kelompok yang rentan terkena berbagai penyakit. Alasannya, pada saat memasuki masa lanjut usia sistem kekebalan tubuh seseorang juga akan terus menurun seiring berjalannya waktu.

“Perlu kita klarifikasi, yang disebut dengan lansia atau warga senior itu yang berusia 60 tahun ke atas. Saya mendapatkan data dari Riskesdas yang terbaru pada 2018 mengenai penyakit-penyakit kronik yang paling sering terdapat pada lansia di Indonesia itu sekitar 37 persen adalah penyakit degeneratif sendi,” ujar dr. Anastasia Asylia Dinakrisma, Sp.PD dalam Webinar dan Peluncuran Healthy Aging Module IMERI FKUI.

Kemudian disusul dengan hipertensi itu sekitar 13 persen. Lalu ada penyakit paru, stroke, dan diabetes mellitus, itu memang penyakit-penyakit degeneratif yang paling sering terjadi pada lansia di Indonesia.

“Memang kita itu mengenal yang namanya siklus kehidupan ya. Jadi setiap siklus kehidupan itu sebetulnya kita harus mempersiapkan masa tua yang sehat. Yang pertama kalau dari prinsip-prinsip siklus kehidupan itu sendiri kita harus mempersiapkan sejak dari kandungan sebetulnya,” jelas dr. Anastasia.

Seperti yang dicontohkan dr. Anastasia, bagaimana ibu hamil itu mempersiapkan supaya nanti anaknya tidak mengalami stunting, dan lain-lain. Kemudian dari usia anak, sekolah, hingga dewasa, memang seharusnya selalu dijaga.

“Khusus untuk mempersiapkan masa lansia, kita mengenal ada yang namanya usia pra-lansia yaitu usia 45-59 tahun. Ini adalah rentang usia di mana kamu betul-betul harus aware ya, seperti harus lebih memerhatikan bagaimana menjaga gaya hidup, menjaga pola makan, melakukan berbagai pemeriksaan umum atau medical check up, agar kita memasuki masa lansia yang sehat,” tutur dr. Anastasia.

Jadi memang untuk gaya hidup yang sehat, menurut dr. Anastasia, yang pertama adalah pola makan. Bagaimana gizi, makanan yang harus diasup oleh lansia yaitu gizi yang seimbang. Kemudian yang kedua adalah harus aktif secara fisik setiap hari.

“Jika memungkinkan, lansia yang masih fit dan bisa mandiri harus berolahraga. Dan yang paling penting juga harus mengontrol penyakit-penyakit kronis yang sudah ada, harus dikontrol dengan berbagai permasalahannya," terang dr. Anastasia.

"Kemudian jangan lupa, yang paling penting adalah kesehatan mental ya. Kesehatan jiwa para lansia ini juga harus dijaga untuk menciptakan healthy aging dan successful aging,” tutup dr. Anastasia.
(FIR)