FITNESS & HEALTH

Jangan Panik! Hitung Laju Napas jika Anak Terpapar Covid-19

Raka Lestari
Kamis 22 Juli 2021 / 19:12
Jakarta: Jika anak terinfeksi covid-19, sebaiknya orang tua tidak perlu merasa khawatir. Umumnya, gejala covid-19 pada anak merupakan gejala ringan dan bisa sembuh dengan cepat.

Meskipun demikian, bukan berarti anak-anak tidak akan mengalami gejala berat. Untuk itu, sebagai orang tua harus selalu memerhatikan kondisi anak jika terinfeksi covid-19.

Hal pertama yang perlu diperhatikan jika anak tertular covid-19, orang tua sebaiknya jangan langsung panik. Menurut dr. Lucia Nauli Simbolon, SpA, yang pertama harus dilakukan adalah mengamati gejala pada anak, kemudian lakukan konsultasi online dengan dokter.

Pengobatan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi anak. Orang tua sebaiknya tidak memberikan obat atau vitamin sendiri tanpa resep dan pemantauan dokter. Gejala covid-19 pada anak bervariasi dari ringan hingga berat, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, mual, muntah, diare, lemas, hingga sesak napas.

"Untuk anak yang masih kecil dan belum bisa bicara, gejalanya biasanya tidak mau makan atau menyusu. Orang tua juga harus mewaspadai tanda kegawatan dengan menghitung laju napas anak," ujar dr. Lucia.

Menurut dr. Lucia, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung laju napas anak adalah sebagai berikut:

- Pada bayi kurang dari dua bulan, laju napas tidak boleh lebih atau sama dengan 60 kali per menit.

- Pada bayi usia 2-11 bulan, laju napas tidak boleh lebih atau sama dengan 50 kali per menit.

- Pada bayi usia 1-5 tahun, laju napas tidak boleh lebih atau sama dengan 40 kali per menit.

- Dan untuk anak di atas 5 tahun, laju napas tidak boleh lebih atau sama dengan 30 kali per menit.

Menurut dr. Lucia, untuk melindungi anak dari Covid-19, orang tua perlu memberikan multivitamin pada anak yang kecukupan, gizinya terpenuhi dengan baik (karbohidrat, protein, lemak), cukup tidur, minum air putih yang cukup, dan menghindari makanan tinggi gula dan pengawet.
(FIR)