FITNESS & HEALTH

3 Jenis Teh yang Membantu Kesehatan Mental

Kumara Anggita
Rabu 21 Juli 2021 / 16:21
Jakarta: Masalah mental kerap terjadi atau bahkan lebih memburuk di masa pandemi ini pada beberapa orang. Kamu mungkin merasa stres, cemas, depresi, dan lain-lain.

Situasi ini perlu dikelola dengan cara yang paling sesuai denganmu. Kamu bisa meditasi, bicara dengan orang yang kamu percaya, atau berkonsultasi dengan profesional.

Selain itu, kamu juga bisa membuat dirimu lebih nyaman dengan bantuan teh. Dikutip dari Healthline, ada penelitian yang menunjukkan bahwa minum teh dapat membantu dalam pengobatan depresi. Berikut beberapa teh yang direkomendasikan:
 

Teh chamomile


Chamomile umumnya digunakan sebagai obat herbal untuk kecemasan dan insomnia terkait kecemasan. Dikenal karena aromanya yang menenangkan, menjadikannya salah satu teh paling populer di pasaran.

Sebuah studi pada 2016 menunjukkan bahwa teh ini membantu pasien dengan gangguan kecemasan umum (GAD). Terlihat pengurangan gejala GAD sedang hingga parah.

Hal ini juga menunjukkan beberapa pengurangan kecemasan kambuh selama masa studi 5 tahun. Namun, para peneliti mengatakan itu tidak signifikan secara statistik. Lebih banyak studi diperlukan.
 

Teh lemon balm


Rasa jeruk yang menyegarkan dengan sedikit mint, lemon balm telah lama digunakan untuk mengobati masalah kurang tidur, kecemasan, dan depresi. Teh ini menawarkan efek menenangkan ringan, menjadikannya ritual sebelum tidur yang hebat.

Sebuah artikel penelitian pada 2014 dari dua penelitian kecil, di mana peserta minum es teh dengan lemon balm atau makan yogurt dengan lemon balm, menunjukkan efek positif pada penurunan suasana hati dan tingkat kecemasan.
 

Teh hijau


Teh hijau disebut-sebut sebagai salah satu minuman paling sehat di planet ini. Teh hijau sarat dengan antioksidan yang memiliki banyak manfaat kesehatan seperti meningkatkan fungsi otak, membantu menghilangkan lemak, melindungi dari kanker, dan masih banyak lagi.

Sebuah studi pada 2009 dari peserta berusia 70 tahun ke atas menunjukkan bahwa ada prevalensi gejala depresi yang lebih rendah dengan peningkatan konsumsi teh hijau. Sebuah studi hewan pada 2013 menyarankan bahwa konsumsi teh hijau meningkatkan dopamin dan serotonin, yang telah dikaitkan dengan pengurangan gejala depresi.
(FIR)