FITNESS & HEALTH

Kenali Kondisi Hidden Hunger dan Cara Mengatasinya

Kumara Anggita
Rabu 27 Januari 2021 / 07:07
Jakarta: Pernahkah kamu mendengar istilah hidden hunger? Kondisi ini terjadi karena seseorang kekurangan nutrisi penting. Namun tanda-tanda kelaparannya tidak terlihat.

Menurut Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN selaku Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB University, orang yang mengalami hidden hunger ini kekurangan zat gizi mikro, yang terdiri dari vitamin dan mineral. Kondisi ini dapat terjadi di berbagai umur mulai dari anak-anak hingga dewasa.

“Negara kita masih memiliki beban hidden hunger yang besar, kondisi yang timbul akibat kekurangan zat gizi mikro seperti iodium, zat besi, vitamin A dan zink ini telah menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang berkepanjangan," papar Prof. Dodik dalam Acara Royco dengan Tema Lezatnya Royco Baru dengan Garam Beriodium untuk #BantuTumbuhSesuai.

"Contohnya, Riset Kesehatan Dasar 2018 memperlihatkan 48,9 % ibu hamil menderita anemia, dan Riset Kesehatan Dasar 2013 melaporkan bahwa 14,9% anak usia sekolah berisiko kekurangan iodium,” sambungnya.
 

Cara mengatasi hidden hunger


- Perbanyak informasi

Untuk mengatasinya, dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes seorang Dokter Spesialis Gizi Klinik menjelaskan bahwa, hal yang terpenting adalah kita semua terkhusus orang tua perlu untuk memperbanyak pengetahuan terkait nutrisi. Dengan seperti itu, kita tahu makanan yang dikonsumsi sudah cukup atau tidak.

“Orang tua harus tahu terlebih dahulu untuk membangun kebiasaan makanan sehat keluarga. Informasi terpercaya didapatkan dengan gampang di jurnal, sumber jelas,” ujar dr. Diana.

- Mengombinasikan makanan

Setelah tahu nutrisi apa saja yang dibutuhkan, kita bisa mengombinasikan sumber makanan yang ada.

“Paling gampang kita variasikan dalam rumah tangga untuk masak sehari-hari bahan masakannya kita kombinasikan. Karena tidak ada satu bahan makanan yang mengandung semua kan,” jelas dr. Diana.

“Kita campur-campur bahan-bahan makanan sesuai dengan komposisi yang direkomendasikan kemenkes juga,” lanjutnya.

-Buat menu mingguan

Agar mudah dan teratur, kamu juga bisa mengikuti cara dr. Diana. Ia biasanya membuat menu mingguan.

“Saya sebagai ibu buat menu mingguan. Kita variasikan sesuai dengan isi piringku (kemenkes),” ungkap dr. Diana.
(FIR)