FITNESS & HEALTH

4 Jenis Hipertensi Selama Kehamilan

Sandra Odilifia
Minggu 28 Februari 2021 / 11:00
Jakarta: Kehamilan adalah saat yang menyenangkan sekaligus sulit bagi wanita mana pun. Walau begitu, menjaga kesehatan ibu dan janin adalah hal yang paling penting.

Perlu kamu ketahui, tidak merawat dan tidak mengikuti tindakan yang disarankan oleh dokter dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Begitu juga dengan melacak gula darah dan tekanan darah.

Hal itu sangat penting untuk persalinan dan bayi yang sehat. Meski hipertensi selama kehamilan tidak begitu umum, tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani.

Hipertensi selama kehamilan dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke plasenta yang memicu lambatnya pertumbuhan janin, persalinan prematur, dan berat badan lahir rendah.

Karenanya, mengikuti gaya hidup sehat, pola makan yang baik, dan pemeriksaan rutin sangat penting selama kehamilan.

Ada berbagai jenis hipertensi yang menyerang wanita selama kehamilan. Mengenali gejala dan menanganinya pada tahap awal penting bagi ibu dan bayinya. Melansir Times of India, berikut empat jenis hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan:
 

1. Hipertensi kronis


Tekanan darah tinggi sebelum awal kehamilan yang terjadi 20 minggu sebelum kehamilan adalah hipertensi kronis. Jenis ini sulit dideteksi karena tidak ada gejala yang terlihat selama tahap awal kehamilan.
 

2. Hipertensi gestasional


Beberapa wanita mungkin mengalami hipertensi setelah 20 minggu kehamilan. Wanita yang menderita hipertensi gestasional akhirnya mengalami preeklamsia (tekanan darah tinggi). Tidak ada protein berlebih dalam urine atau tanda kerusakan organ lainnya pada hipertensi jenis ini.
 

3. Preeklamsia


Tekanan darah tinggi yang berkembang setelah 20 minggu kehamilan disebut preeklamsia. Ini dapat merusak organ vital seperti ginjal, hati dan otak.

Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius lainnya. Dalam kasus seperti itu, ibu dan janin mungkin memerlukan unit perawatan intensif.
 

4. Hipertensi kronis dengan preeklamsia


Wanita yang didiagnosis dengan hipertensi kronis sebelum kehamilan dikatakan memiliki preeklamsia. Wanita-wanita ini mengembangkan tekanan darah tinggi yang memburuk, adanya kelebihan protein dalam urine dan komplikasi lain selama kehamilan.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi saat hamil?

Jika kamu mengalami tanda-tanda hipertensi pada masa kehamilan, ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi resiko. Di antaranya kamu harus tetap aktif, makan makanan yang sehat, kelola stres, tidak merokok dan minum alkohol, serta kunjungi dokter secara teratur.
(TIN)