FITNESS & HEALTH

Prof. Hinky: Lebih dari 64% Terdapat Kelompok Immunization Stress-related Response

Yatin Suleha
Selasa 23 Februari 2021 / 22:40
Jakarta: Vaksinasi covid-19 masih terus berjalan. Salah satu tujuannya adalah untuk mendapatkan herd immunity di masa depan.

Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid selaku Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes menyebutkan dalam event daring penjelasan mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19, bahwa vaksinasi diperlukan untuk membentuk antibodi dan kekebalan kelompok.

"Vaksin covid-19 membutuhkan dua kali penyuntikkan atau dua kali dosis penyuntikkan sebab sistem imun itu perlu waktu untuk lewat paparan yang lebih lama sehingga sistem imunitas kita itu mengetahui bagaimana cara yang paling efektif untuk melawan virus," kata dr. Nadia.

Lebih lanjut dr. Nadia menerangkan, "Kami juga tegaskan kembali bahwa vaksin buatan Sinovac ini telah dinyatakan aman dan bermutu, serta sudah ada izin penggunaan darurat dari BPOM yang artinya sudah betul-betul dilihat dan dikaji terkait aspek keamanan, sehingga dipastikan bahwa penyuntikkan vaksin ini tidak menimbulkan penyakit pada orang yang mendapatkan vaksinasi tersebut," tegas dr. Siti Nadia.
 

Lalu apa itu Immunization Stress-related Response?


Nah, kalau kamu pernah melihat anak kecil yang teriak atau menangis saat disuntik, mungkin saja kamu bisa tertawa ya. Tapi kalau itu terjadi pada kamu sendiri rasanya malu untuk teriak atau menangis karena bisa-bisa dianggap 'cengeng' dan penakut.

Menahan hal tersebut bisa sedikit banyak membuat kamu cemas atau tegang juga. Menurut Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M.TropPaed selaku Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau yang biasa dipanggil Prof. Hinky ini ternyata ada data yang menunjukkan lebih dari 64 persen mengalami Immunization Stress-related Response.

Apa itu Immunization Stress-related Response? Immunization Stress-related Response adalah hal yang terjadi akibat seseorang merasa cemas berlebih karena proses vaksinasi. 


vaksin
(Lebih dari 64 persen terdapat kelompok Immunization Stress-related Response atau merasa cemas saat proses vaksinasi. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


"Lebih dari 64 persen ada yang disebut dengan kelompok Immunization stress-related response, jadi respons yang terkait dengan kecemasan akibat proses imunisasi. Bukan kandungan imunisasinya," kata Prof. Hinky.

Dari 22 provinsi yang melapor dari 34 provinsi di Indonesia, Prof. Hinky menyebutkan bahwa KIPI di Indonesia gejalanya umumnya bersifat ringan seperti mual, kesulitan bernapas, kesemutan, lemas dan berdebar. 

"Karena proses imunisasinya, jadi mual, muntah, pingsan sekejap, gerakan-gerakan aneh, kayak lumpuh, kemudian diobservasi ada katanya sesak, dirontgen ternyata normal," ujar Prof. Hinky.
 

Kapan terjadi Immunization Stress-related Response?


Prof. Hindra menjelaskan, immunization stress related responses terjadi setelah seseorang mendengar cerita mengerikan atau melihat kondisi mengkhawatirkan dalam proses vaksinasi. Situasi ini hanya terjadi pada orang dewasa.

"Itu memang terjadi pada dewasa. Justru pada anak jarang. Kalau anak jerit saja setelah itu happy. Kalau dewasa setelah imunisasi pulang ke rumah masih terjadi juga demikian," ujar dia.

"Tanpa pengobatan (KIPI ringan tersebut) menghilang. Kadang ada yang perlu diobservasi, kemudian sembuh tanpa pengobatan," jelas Prof. Hinky.

Namun ia menegaskan bahwa situasi tersebut dapat ditangani dengan baik oleh tenaga kesehatan atau vaksinator.

"KIPI satu sampai dua hari hilang, ada yang enggak pakai obat tidur saja terus hilang (gejalanya), ada yang minum obat terus hilang. Jadi, singkat! Insyaallah demikian juga selanjutnya," tukas Prof. Hinky.

Senada dengan Prof. Hinky, dr. Siti Nadia juga menerangkan bahwa, "Vaksinasi juga telah kita lakukan kepada tenaga kesehatan yang berusia 60 tahun ke atas, dan hingga saat ini kita tidak menerima laporan ataupun adanya kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang signifikan."

(TIN)