FITNESS & HEALTH

Cintai Parumu dan Ketahui Cara Mencegah Pneumonia

Raka Lestari
Sabtu 22 Januari 2022 / 17:19
Jakarta: Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi penyebab kematian terbesar pada orang dewasa dan anak-anak. Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai macam kuman, seperti bakteri, virus, dan jamur. Penyakit ini termasuk berbahaya karena pada 2019 saja menyebabkan 2,5 juta kematian termasuk 672.000 anak-anak.

Menurut dr. Rania Imaniar, Sp. P, seorang dokter spesialis Paru di RSUI, pneumonia menyerang paru-paru manusia yang dapat disebabkan oleh berbagai macam kuman. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang dapat terkena penyakit pneumonia, yaitu memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Sebut saja penyakit kronik seperti PPOK, asma, gagal jantung serta kondisi yang meningkatkan risiko aspirasi mukus dari mulut dan hidung, dan penyakit yang dapat melemahkan sistem imun tubuh.

"Pasien yang telah mengalami splenektomi (pengangkatan limpa) juga memiliki faktor risiko penyakit ini," ujar dr. Rania, dikutip dari YouTube RSUI.

Tidak hanya penyebab di atas, kebersihan mulut dan gigi yang buruk, kontak erat dengan binatang tertentu (seperti burung merpati), menggunakan produk tembakau (terutama produk yang dihisap), bepergian ke daerah tertentu, dan usia lebih dari 65 tahun juga meningkatkan risiko terjadinya pneumonia.

Tanda dan gejala pneumonia dapat berpengaruh ke organ lainnya di seluruh tubuh. Bisa juga hanya dirasakan di satu organ saja.

"Adapun tanda gejala yang timbul di antaranya sakit kepala, jantung berdebar, mual atau muntah, kulit yang mengalami perubahan warna menjadi biru, bahkan bisa menghilangkan nafsu makan serta mempengaruhi mood dari penderita," tutur dr. Rania.

Dignosis pneumonia bisa dilakukan dari tanda gejala yang timbul tersebut, serta dapat juga dilakukan pemeriksaan fisis seperti: foto toraks atau CT scan, kondisi dahak, pemeriksaan darah, pemeriksaan cairan pleura dan bronkoskopi.

Untuk mencegah pneumonia, dr. Rania menyarankan untuk menghindari faktor risiko. Seperti melakukan pemeriksaan gigi teratur, menjaga kebersihan dan mencuci tangan dengan sabun dan air.

"Kamu juga melakukan vaksin pneumonia untuk usia kamu usia 65 tahun ke atas dan usia 19-65 tahun yang menerima terapi kanker, penyakit paru kronik, atau kondisi lain yang dapat melemahkan sistem imun," saran dr. Rania.
(FIR)