FITNESS & HEALTH

Ciri-ciri Cacingan pada Anak dan Cara Mencegahnya

Raka Lestari
Sabtu 16 Januari 2021 / 16:00
Jakarta: Cacingan merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak-anak. Anak-anak sangat rentan terhadap cacingan, karena mungkin bermain di lingkungan dengan tanah yang terkontaminasi, seperti kotak pasir dan taman bermain di sekolah.

Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 10 persen orang di negara berkembang terinfeksi cacingan. Orang-orang di negara berkembang berada pada risiko tertinggi karena air minum dari sumber yang terkontaminasi dan karena penurunan tingkat sanitasi.

Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah gejala cacingan:

- Sakit perut.
- Diare, mual, atau muntah.
- Perut kembung
- Kelelahan
- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
- Sakit perut atau nyeri saat ditekan

Seseorang dengan cacingan mungkin juga mengalami disentri. Disentri adalah ketika infeksi usus menyebabkan diare dengan darah dan lendir di dalam tinja.

Cacing usus juga bisa menyebabkan ruam atau gatal di sekitar rektum atau vulva. Dalam beberapa kasus, seseorang yang mengalami cacingan akan mengeluarkan cacing di tinja saat buang air besar.
 

Cara pencegahan


Untuk mencegah cacingan, cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air panas sebelum dan sesudah menggunakan toilet. Atau sebelum menyiapkan atau makan makanan.

Kamu juga harus mempraktikkan keamanan pangan seperti berikut ini:

- Hindari mengonsumsi ikan dan daging mentah.

- Masak daging secara menyeluruh hingga suhu setidaknya 145 ° F (62,8 ° C) untuk seluruh potongan daging dan 160 ° F (71 ° C) untuk daging giling dan unggas.

- Diamkan daging yang sudah matang selama tiga menit sebelum dimasak lagi atau dikonsumsi.

- Bekukan ikan atau daging hingga suhu –4 ° F (–20 ° C) setidaknya selama 24 jam.

- Cuci, kupas, atau masak semua buah dan sayuran mentah.

- Cuci atau panaskan kembali makanan yang jatuh ke lantai.

Jika kamu mengunjungi negara berkembang, masak buah dan sayuran dengan air matang atau air yang dimurnikan sebelum makan, dan hindari kontak dengan tanah yang mungkin terkontaminasi oleh kotoran manusia.
(FIR)