FITNESS & HEALTH

Cara Generasi Muda Menekan Prevalensi Penyakit Jantung

Kumara Anggita
Selasa 13 Oktober 2020 / 15:04
Jakarta: Saat ini yang terkena penyakit jantung bukanlah orang tua saja. Menurut penelitian, anak muda juga menjadi salah satu penyumbang pasien penyakit jantung, bahkan menyamai presentasi orang tua.

Berdasarkan estimasi Kementerian Kesehatan 2013, sebanyak 39 persen penderita jantung di Indonesia berusia kurang dari 44 tahun. Yang mengejutkan, 22 persen di antaranya berumur 15–35 tahun, yang merupakan masa fisik produktif dalam kehidupan manusia.  

Jumlah penderita jantung tertinggi ada pada kelompok usia 45–65 tahun. Persentasenya 41 persen. Selisih yang tak berbeda jauh antara umur 45 tahun ke bawah dan 45 ke atas jadi penegas bahwa, tren resiko penyakit jantung datang pada usia produktif semakin meningkat.

Untuk menekan prevalensi penyakit jantung, Dr Tara Kessaram, MBBS, MPH, FNZCPHM, Team Lead, Noncommunicable Diseases and Healthier Population, WHO Indonesia memberikan beberapa contoh yang bisa dilakukan seperti:

1. Jauhi rokok.

2. Beraktivitas fisik secara rutin.

3. Menjalani diet sehat.

4. Mengkampanyekan gaya hidup sehat

Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sejak dini juga merupakan bagian penting dari pencegahan penyakit jantung. Biasanya orang tidak menyadari bahwa dia menderita penyakit karena keluhannya tidak khas atau tidak terasa.

"Mereka baru akan menyadari kalau menderita penyakit jantung setelah mengalami serangan hebat. Untuk itu salah satu cara utama untuk mencegah penyakit jantung selain menjaga pola hidup sehat adalah dengan deteksi awal melalui medical checkup”, ujar dr. Vito A. Damay, SpJP (K), Mkes, FIHAA, FICA, FAsCC.

Jadi jangan remehkan kesehatanmu. Jaga pola hidup yang sehat agar jantung tetap kuat.
(FIR)