FITNESS & HEALTH

Fakta-fakta Mengenai Green Coffee, yang Dianggap Lebih Sehat dari Kopi Biasa

Raka Lestari
Sabtu 09 Januari 2021 / 18:05
Jakarta: Green coffee dipasarkan sebagai suplemen penurun berat badan yang dapat membantu membakar lemak dengan cepat, tanpa diet atau olahraga apa pun. Namun, meskipun ada beberapa bukti awal yang berpotensi membantu menurunkan berat badan dan tekanan darah, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan manfaat dari Green Coffee itu.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai green coffee, manfaatnya, dan efek sampingnya.
 

Terbuat dari apa green coffee?


Green coffee biasanya dijual dalam bentuk suplemen atau minuman. Satu cangkir green coffee memiliki tampilan dan rasa yang mirip seperti teh hijau. Sedangkan untuk suplemen, biasanya dalam satu pil mengandung ekstrak green coffee yang pekat.

Green coffee mengandung senyawa polifenol yang dikenal sebagai asam klorogenat, yang merupakan mikronutrien nabati. Proses pemanggangan dapat mengurangi senyawa ini, sehingga kopi biasa tidak memiliki asam klorogenat sebanyak green coffee.

Sama seperti kopi pada umumnya, green coffee juga mengandung kafein. Ekstrak green coffee bisa megandung sampai 17 persen kafein. Jumlah kafein bisa bervariasi tergantung merek, metode penyajian, dan jumlah yang dikonsumsi.
 

Apakah green coffee memiliki manfaat kesehatan?


“Green coffee dianggap memiliki manfaat kesehatan karena tingginya jumlah asam klorogenat, yang bertindak sebagai antioksidan," kata Rebecca Tonnessen, RDN, dari Hospital for Special Surgery's Department of Food & Nutrition Services.

Meskipun demikian, setiap manfaat tersebut tetap harus dibuktikan secara ilmiiah. Dan baru ada sejumlah kecil penelitian yang meneliti manfaat green coffee.

“Sebagian besar studi mengenai green coffee ini dilakukan pada hewan atau memiliki ukuran sampel yang sangat kecil,” kata Tonnessen.

Menurut United States National Library of Medicine, bukti dari penelitian yang menyelidiki dampak green coffee pada obesitas dan tekanan darah masih belum meyakinkan. Dan tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa kopi hijau dapat bermanfaat bagi penyembuhan diabetes, penyakit Alzheimer, atau kondisi kesehatan lainnya.
 

Efek samping dari mengonsumsi green coffee


“Green coffee sebagai minuman dapat dikonsumsi dengan aman selama asupan kafein harian kamu tidak melebihi 400 miligram," kata Tonnessen.

Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, kafein dapat menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, kecemasan, insomnia, mual muntah, tidak nyaman di perut, bahkan aritmia.

“Mengonsumsi green coffee dalam bentuk minuman boleh-boleh saja, tetapi jika mengonsumsinya dalam bentuk suplemen sebaiknya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Ini karena suplemen bisa mengandung kafein dan efek potensial dengan obat-obatan lain,” tutup Tonnessen.
(FIR)