FITNESS & HEALTH

Pandemi Sebabkan Lonjakan Masalah Mental Seperti Kecemasan dan Depresi

Raka Lestari
Kamis 25 November 2021 / 20:27
Jakarta: Pada masa pandemi covid-19, tidak hanya aspek kesehatan fisik saja yang terpengaruh tetapi juga aspek kesehatan mental. Berbagai keluhan yang berkaitan dengan kesehatan mental juga dilaporkan mengalami peningkatan. Hal ini terjadi akibat adanya berbagai perubahan-perubahan dalam masyarakat selama masa pandemi.

“Beberapa waktu lalu, Satgas Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia untuk covid-19 menyelenggarakan penelitian dan menemukan bahwa tren masalah psikologis mengalami peningkatan,” ujar DR. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psikolog, Ketua Umum IPK Indonesia, dalam acara virtual press conference jelang Kongres Nasional IV IPK, pada Kamis, 25 November 2021.

Ia menambahkan, “Keluhan seperti kecemasan, depresi, itu mengalami peningkatan. Dan tantangannya, di masa pandemi ini kita semua berupaya untuk melayani masyarakat. Kalau tidak bisa melakukan tatap muka, bisa dengan berbagai macam cara. Bisa melalui telekonseling, chat, atau zoom, itu kita coba lakukan,” kata DR. Gamayanti.


dampak psikologis dari pandemi
(DR. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psikolog, Ketua Umum IPK Indonesia mengatakan perubahan kondisi yang drastis membuat banyak individu mengalami permasalahan dalam beradaptasi sehingga pada akhirnya mengalami permasalahan kesehatan mental. Foto: Ilustrasi/Pexels.com) 


Menurut DR. Gamayanti, memang berdasarkan teori-teori mengenai kebencanaan akan ada lonjakan masalah psikologis. Dan memang, kebutuhan terhadap layanan kesehatan juga mengalami peningkatan pada masa pandemi seperti sekarang ini.

“Kebutuhan terhadap layanan kesehatan mental tidak lagi sebagai kebutuhan sampingan namun sebagai kebutuhan yang fundamental yang artinya peran psikolog klinis justru akan selalu dibutuhkan. Psikolog klinis membahas berbagai kondisi internal dan eksternal dari manusia agar dapat mendukungnya untuk bertumbuh dan menghindar (terhindar) dari berbagai hal merugikan dalam kehidupan,” tutur DR. Gamayanti.

Lebih lanjut Dr. Gamayanti menjelaskan bahwa Indonesia masa kini, secara dinamis juga terus bergerak masuk ke dalam dinamika Era Masyarakat 5.0. 

“Kita bisa amati bersama saat ini sebuah masa di mana internet (dunia maya) dan teknologi digital menjadi bagian dan melebur di dalam kehidupan sehari-hari yang disebut sebagai masyarakat modern,” ujarnya.

Dampak perubahan era juga “memaksa” profesional kesehatan mental seperti psikolog klinis untuk beradaptasi. 
“Perubahan kondisi yang drastis membuat banyak individu mengalami permasalahan dalam beradaptasi sehingga pada akhirnya mengalami permasalahan kesehatan mental,” pungkas DR. Gamayanti.
(TIN)