FITNESS & HEALTH

Ini Manfaat Premarital Check-Up Bagi Pasangan yang Ingin Menikah

Rendy Renuki H
Kamis 23 September 2021 / 18:41
Jakarta: Momentum pernikahan merupakan hal sakral yang saling bersambungan dari berbagai faktor kehidupan. Perjalanan hidup akan semakin intens yang melahirkan generasi selanjutnya, mewakili keluarga besar dari kedua belah pihak pasangan pernikahan.

Satu hal penting akan momentum pernikahan adalah terciptanya keadaan sehat jasmani dan rohani dari calon suami istri tersebut. 

"Keadaan sehat jasmani dan rohani merupakan faktor penentu dalam menyambut rencana pernikahan. Karenanya perlu melakukan Premarital Check-Up, minimal enam bulan sebelum dilangsungkannya hari pernikahan, guna memenuhi waktu 'penatalaksanaan apabila terdektesi adanya masalah kesehatan dari kedua pasangan," tutur dr. Tony Winata Sp.OG, dari Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya secara virtual, Kamis 23 September 2021. 

Melakukan Premarital Check-Up banyak memiliki manfaat. Yaitu mendeteksi dan mencegah penyakit menular, menyembuhkan penyakit dengan menyesuaikan waktu sebelum persiapan pernikahan dan hal penting lainnya adalah dapat mempersiapkan cara kehamilan terbaik dan menghasilkan keturunan yang sangat berkualitas.

"Dengan melakukan Premarital Check-Up, turut pula melengkapi beberapa vaksin yang diperlukan," imbuh Tony Winata.

Tujuan Premarital Check-Up, tentu saja untuk mencegah penularan penyakit kepada pasangan dan calon anak kelak. Selain bermanfaat guna mengetahui status kesehatan pasangan dan mendeteksi penyakit menular, seperti hepatitis B dan HIV/AIDS, pun mendeteksi potensi penyakit atau kelainan genetik, seperti anemia sel sabit, thalasemia, dan hemofilia.

Salah satu penyakit genetik yang dapat dicegah dengan pemeriksaan ini adalah thalasemia. Penyakit ini terjadi ketika sel darah merah tidak dapat menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh dengan baik.

Berikut beberapa jenis tes dalam premarital check up:

1. Tes golongan darah

Berguna untuk menyajikan sejumlah informasi dalam mempersiapkan garis keturunan. Jika golongan darah dari pasangan yang akan menikah, tidak cocok, hal tersebut dapat memengaruhi perkembangan bayi di dalam rahim, atau meningkatkan potensi adanya masalah kesehatan pada anak di masa depan.

2. Tes kelainan darah
Kelainan darah merupakan kondisi kesehatan yang berkepanjangan dan dapat memengaruhi kesehatan kehamilan Anda. Bayi yang lahir dari ibu dengan kelainan darah memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita penyakit yang sama.

3. Tes penyakit menular seksual
Hal ini penting guna mengantisipasi potensi penularan. 

4. Tes penyakit genetik
Dalam premarital check up, tes ini dapat dilakukan untuk memeriksa diabetes, kanker, hipertensi, penyakit jantung, dan lain sebagainya.

Pada Penatalaksanaan Premarital Check-Up, yang akan dilakukan adalah pemeriksaan fisik dasar dan umum (tinggi berat badan, golongan darah dan rhesus, hematologi), pemeriksaan penyakit keturunan atau kelainan genetik (diabetes, kelainan darah dan lainnya) dan pemeriksaan penyakit infeksi menular dan pemeriksaan organ reproduksi.

"Secara detail, penataan Premarital Check-Up merupakan serangkaian tes kesehatan yang dilakukan calon suami Istri yang meliputi konsultasi, rontgen dan laboratorium," pungkas Tony Winata.
(REN)