FITNESS & HEALTH

Ditemukan Peredaran Vaksin Covid-19 Palsu di Meksiko dan Polandia

Raka Lestari
Jumat 23 April 2021 / 13:04
Jakarta: Perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer mengatakan telah mengidentifikasi versi palsu dari vaksin virus korona di Meksiko dan Polandia. Vaksin palsu tersebut disita oleh pihak berwenang di dua negara tersebut dan sudah dikonfirmasi melalui tes bahwa vaksin tersebut palsu.

Dikutip dari BBC, pihak Pfizer menyebutkan bahwa di Meksiko mereka menemukan label palsu sedangkan di Polandia zat yang disebut sebagai vaksin ternyata hanyalah perawatan untuk antipenuaan.

World Health Organization (WHO) telah memperingatkan bahwa vaksin palsu menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat global. Itulah kenapa vaksin palsu harus segera diidentifikasi dan dikeluarkan dari peredaran.

Menurut Wall Street Journal (WSJ), dosis palsu disita oleh pihak berwenang dalam penyelidikan terpisah di kedua negara. Sekitar 80 orang di sebuah klinik di Meksiko menerima vaksin covid-19 palsu, yang tampaknya tidak berbahaya secara fisik tetapi tidak menawarkan perlindungan terhadap covid-19.


vaksin
(Para peneliti mengatakan kepada BBC pada Maret lalu bahwa mereka telah melihat "peningkatan tajam" dalam iklan darknet terkait vaksin, mulai dari vaksin covid-19, paspor vaksin, dan kertas tes negatif palsu yang dijual. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


Juru bicara pemerintah Meksiko untuk Covid-19, Hugo Lopez-Gatell, mengatakan vaksin palsu telah terdeteksi oleh polisi dunia maya setelah ditawarkan di jejaring sosial dengan harga hingga USD2.500/Rp36.357.125 atau (EURO 1.800/Rp31.488.427) per suntikan. Beberapa orang telah ditangkap.

Lev Kubiak, kepala keamanan global Pfizer, mengatakan permintaan global untuk vaksin dan kekurangan pasokan inilah yang menyebabkan adanya peredaran vaksin palsu. 

"Kami memiliki pasokan yang sangat terbatas, namun pasokan akan terus kami tingkatkan dan perusahaan-perusahaan lain juga sudah mulai mengembangkan vaksin. Pada masa itulah, ada peluang emas untuk terjadinya tindak kriminal,” ujarnya.

Departemen Kehakiman AS mengatakan kepada ABC News bahwa mereka mengetahui vaksin palsu yang diidentifikasi di Meksiko dan Polandia, dan akan mendukung otoritas lokal dan Pfizer "jika dibutuhkan".

Para peneliti mengatakan kepada BBC pada Maret lalu bahwa mereka telah melihat "peningkatan tajam" dalam iklan darknet terkait vaksin, mulai dari vaksin covid-19, paspor vaksin, dan kertas tes negatif palsu yang dijual.
(TIN)