FITNESS & HEALTH

3 Cara Ubah Pola Pikir dan Mengontrol Pikiran

Kumara Anggita
Selasa 12 Januari 2021 / 14:15
Jakarta: Ada waktunya ketika kamu benar-benar ingin mengendalikan pikiranmu sendiri. Ini bisa karena kamu baru kehilangan seseorang, putus asa dengan pekerjaan atau cemas akan masa depan yang tak pasti. 

Untuk mengatasinya, mungkin kamu bisa mencoba cara-cara untuk mengubah pola pikir dan mengontrol pikiran seperti yang di bawah ini. 
 

1. Terima pikiran yang tidak diinginkan


Sudah menjadi sifat manusia untuk menjauh dari rasa sakit, jadi tentu saja kamu lebih suka menghindari pikiran yang menyebabkan kesusahan. Namun menyingkirkan pikiran yang tidak diinginkan bukanlah cara untuk mendapatkan kendali. 

Itu biasanya hanya membuat pikiran tersebut lebih intens. Sebaliknya, cobalah yang sebaliknya yaitu terima pikiran itu dan biarkan pikiran tersebut masuk.

Katakanlah kamu merasa sedikit sedih karena tidak ada dalam hidup kamu yang tampaknya terjadi seperti yang kamu rencanakan terlepas dari semua kerja keras kamu. 

Penerimaan ini dapat memberikan petunjuk tentang mengapa pikiran tertentu terus muncul. Menemukan dan mengakui ketakutan yang ada memungkinkan kamu untuk menghadapinya dan mengingatkan diri sendiri bahwa kamu tidak harus disalahkan atas perilaku buruk orang lain atau situasi yang ada. 
 

2. Ubah perspektif


Self-talk atau bicara dengan diri sendiri dapat membantu kamu mengubah pola pikir. Pastikan kamu tahu bahwa  cara kamu berbicara kepada diri sendiri penting. Saat menyapa diri sendiri dengan orang pertama tampaknya tidak berdampak banyak, cobalah beralih ke perspektif orang ketiga. 

Misalnya daripada kamu menyebut "Aku merasa sengsara, tapi aku pernah mengalami yang lebih buruk, jadi aku bisa mengatasinya juga”.  

Cobalah untuk bicara seperti ini. “Aku tahu kamu merasa sedih saat ini, tetapi kamu telah bekerja keras untuk mengatasi tantangan lain. Aku tahu kamu juga memiliki kekuatan untuk menghadapi masalah baru ini”.

Ini mungkin terasa sedikit canggung, tetapi strategi penilaian ulang kognitif ini bisa memberikan manfaat penting.

Pertama, memposisikan kembali diri kamu sebagai pengamat luar. Ini membantu menciptakan ruang dari pikiran dan emosi yang intens. Kamu mundur dari pola pikir yang hanya memicu kesusahan.

Melihat situasi dari sudut pandang yang baru jauh ini sering kali mempermudah untuk melihat gambar secara utuh, bukan hanya efek yang paling langsung.

Kedua, secara sadar memilih untuk memeriksa situasi dari perspektif orang ketiga membantu kamu menyela pikiran yang berputar-putar dan mengeksplorasi perasaan kamu secara produktif.
 

3. Fokus pada hal positif


Pembingkaian ulang pikiran secara positif adalah strategi penilaian ulang lain yang dapat membantu kamu mendapatkan kembali kendali atas pola pikir kamu. Membingkai ulang tidak akan mengubah hasil aktual dari suatu situasi, tetapi dapat mengubah cara kamu merasakan keadaan.

Katakanlah kamu tergelincir di dedaunan basah dan jatuh dari sepeda kamu saat berlatih untuk balapan. Kamu tidak mengalami cedera yang mengancam nyawa, tapi pergelangan kaki kamu patah.

Hal ini membuat kamu kecewa dan kesal pada diri sendiri karena berkendara dengan sembarangan.

Menyalahkan diri sendiri kemungkinan hanya akan membuat kamu merasa lebih buruk. Namun, welas asih dapat membantu kamu menerima kekecewaan dengan tenang dan mengalihkan perhatian kamu ke kesempatan berikutnya.
(TIN)