FITNESS & HEALTH

5 Penyebab Nyeri Saat Menyusui

Kumara Anggita
Senin 04 Januari 2021 / 08:00
Jakarta: Memberikan ASI bayi bayi bukan hanya sangat bermanfaat bayi bayi melainkan juga banyak manfaat bagi ibu.

Menyusui dapat membantu ibu yang baru saja melahirkan untuk menurunkan berat badan setelah kehamilan, mencegah depresi setelah persalinan, dan menurunkan risiko penyakit jantung serta kanker.

Tapi bagi ibu baru hal ini merupakan hal yang challenging, dimana jika perlekatan tak benar menyebabkan nyeri pada payudara ibu.

Menurut dr. Arum Dyah K. Breastfeeding & IYCF Counselor ada lima penyebab umum munculnya nyeri saat menyusui:
 

1. Puting lecet atau luka


Nyeri saat menyusui bisa disebabkan oleh lecetnya puting. Lecet ini muncul karena ada bagian kasar di langit-langit mulut bayi.

“Sebenarnya yang namanya puting lecet karena lidah itu adalah mitos yang benar adalah adanya bagian yang kasar di langit-langit mulut bayi,” ujarnya dalam Rompi di Aplikasi Orami Parenting.

Untuk mengatasinya, menurutnya ibu perlu menerapkan posisi pelekatan yang nyaman dan efektif. “Lalu yang tidak kalah penting adalah belajar posisi menyusui. Anda bisa eksplor tidak hanya gaya saat duduk namun coba untuk berbaring miring, posisi IMD maupun posisi football,” jelasnya.
 

2. Payudara bengkak dan masitis 


Ini bisa juga menyebabkan nyeri saat menyusui. Payudara bengkak ditandai dengan ada benjolan, terasa nyeri, terasa panas, tidak ada demam, tidak ada garis-garis di payudara. 

Sementara masitis gejalanya bisa ada benjolan, bisa ada nyeri, bisa terasa panas, ada demam tinggi pada ibu, ada garis-garus kemerahan di payudara.

“Untuk bengkak saja atau breast engorgment biasanya tidak ada demam, tidak ada garis-garis pasa payudara seperti strech mark, dibandingkan mastitis, ada demam tinggi bahkan moms dapat sampai menggigil,” terangnya. 

“Lalu bagaimana penanganannya? Yang terpenting untuk diingat adalah onset atau waktu terjadinya bengkak maupun mastitis. Jangan sampai bengkaknya berlanjut menjadi mastitis dan mastitisnya berlanjut menjadi mastitis terinfeksi atau abses,” paparnya. 

Selain itu, ia menambahkan bahwa penanganan mastitis yang bisa dicoba adalah pemijatan. “Kompres dulu ya payudaranya dengan kompres hangat dan dingin bergantian,” lanjutnya. 


asi
(Konsultasikan pada dokter jika kondisi nyeri tak mengalami perubahan. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
 

3. Jamur pada payudara 


“Ini paling khas mom ada sensasi seperti terbakar atau tertusuk tusuk. Bahkan kadang kena angin atau kesentuh pakaian aja bisa sakit sekali,” paparnya. 

Untuk menanganinya, ia menganjurkan ibu untuk periksa ke dokter untuk mendapatkan salep antijamur. Ini digunakan setelah selesai menyusui sebelum sesi menyusui berikutnya. Pastikan juga untuk mengganti pakaian secara teratur. 
 

4. Milk blister atau nipple blister


Menurutnya ini hampir sama dengan infeksi jamur. Penting bagi ibu untuk memastikan payudara selalu dalam kondisi tidak terlalu lembap atau kebasahan akibat breastpad, gunakan pula pakaian dalam yang sesuai dan konsumsi makanan produk susu jangan berlebihan. 

“Beberapa studi menyebutkan milk blister dapat berulang terjadi karena konsumsi produk susu seperti susu menyusui, keju, dan lain-lain yang berlebihan,” ujarnya. 
 

5. Tongue tie atau lip tie


“Nyeri yang terakhir yaitu diakibatkan malformasi dari frenulum atau yang disebut tongue tie lip tie,” kata dr. Arum.

Menurutnya salah satu caranya adalah berkonsultasi dengan dokter. Ini bisa dibantu dengan frenotomi atau tali lidahnya digunting. 

“Hal ini merupakan tindakan sederhana namun bisa punya banyak arti atau perbaikan kondisi,” jelasnya. 

“Untuk frenotomi ataupun frenoktomi dilakukan oleh dokter konselor menyusui yang terlatih atau di bedah umum atau di bedah anak ya,” tutupnya.
(TIN)