FITNESS & HEALTH

Alasan Pentingnya Screening Talasemia Sebelum Menikah

Kumara Anggita
Selasa 01 Juni 2021 / 17:02
Jakarta: Talasemia yang merupakan penyakit kelainan darah adalah penyakit yang diturunkan pada anak. Dalam KBBI talasemia adalah penyakit kelainan darah turunan yang ditandai oleh adanya sel darah merah yang abnormal. 

Karena itu, salah satu cara untuk mengurangi risiko yang tak diinginkan adalah dengan screening sebelum menikah.

Menurut dr. Bambang Sudarmanto, Sp.A (K), MARS, Dokter spesialis Anak Konsultan Hematologi RS. Kariadi Semarang screening itu efektif mendapatkan data awal. 

“Ini idealnya dilakukan sebelum menikah. Dari hasil screening tersebut akan dilakukan konseling genetik yang lebih mendalam,” jelasnya dalam virtual media briefing dengan tema "Hidup Berdamai dengan Thalassemia" oleh Kalbe.
 

Pencegahan talasemia


Jika salah satu orang tua membawa sifat talasemia (disebut juga carrier atau pembawa sifat atau talasemia minor) maka berisiko memiliki anak dengan talasemia minor sebesar 50 persen. 

Namun, jika kedua orang tua membawa sifat talasemia maka memiliki kemungkinan anak dengan talasemia minor 50 persen, anak sehat 25 persen, dan anak dengan talasemia mayor 25 persen. 

Mengingat ini adalah penyakit yang diturunkan, pemeriksaan darah sebelum menikah merupakan salah satu strategi untuk mencegah kelainan yang diturunkan. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan darah tepi dan analisis hemoglobin untuk mengetahui seseorang normal atau talasemia minor. 

Tujuan dari pemeriksaan ini adalah agar dapat menghindari perkawinan antara sesama talasemia minor (pembawa sifat) yang dapat melahirkan anak dengan talasemia mayor dengan kata lain untuk memutus mata rantai talasemia. 


talasemua
(Bagi pasangan dengan salah satu atau keduanya pembawa sifat talasemia, diberikan edukasi komprehensif mengenai kondisi yang mungkin dialami oleh anak yang dilahirkan. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

Penderita talasemia sebelum menikah


Bagi calon pengantin yang keduanya merupakan pembawa sifat talasemia dianjurkan untuk tidak menikah. Jika tetap ingin menikah, diberikan edukasi mengenai risiko memiliki keturunan dengan talasemia serta hal-hal yang perlu disiapkan di masa depan. 
 

Penderita talasemia setelah menikah


Jika sudah terlanjur menikah, dilakukan skrining pada ibu hamil saat pertama kali kunjungan pemeriksaan ante-natal care (ANC). Jika ibu merupakan pembawa sifat talasemia, maka pemeriksaan dilanjutkan pada ayah janin dengan teknik yang sama. Jika ayah janin dikategorikan normal maka pemeriksaan janin tidak disarankan.

Jika ayah janin merupakan pembawa sifat talasemia, maka disarankan mengikuti konseling genetik dan jika diperlukan dapat melanjutkan pemeriksaan pada janin. 

Bagi pasangan dengan salah satu atau keduanya pembawa sifat talasemia, diberikan edukasi komprehensif mengenai kondisi yang mungkin dialami oleh anak yang dilahirkan. 
 

Anak yang menderita talasemia


Anak yang menderita penyakit talasemia akan mengalami kekurangan kadar hemoglobin (Hb) yang disebut anemia. Anemia ini dapat menyebabkan tubuh terutama organ-organ penting seperti otak, jantung, hati, ginjal dan yang lain akan kekurangan oksigen (hipoksia), karena hemoglobin berfungsi mengangkut oksigen yang dihirup ketika kita bernapas. 

“Akibatnya, tumbuh kembang anak akan terganggu, memengaruhi produktivitas belajar, bekerja dan kualitas hidupnya,” katanya. Jadi, jangan sampai kamu tidak tahu bahwa kamu memiliki penyakit ini. Dan lanjutkan hidupmu dengan lebih terencana.

(TIN)