FITNESS & HEALTH

5 Dampak yang Terjadi pada Tubuh jika Kamu Mengonsumsi Gula Berlebihan

Raka Lestari
Jumat 10 September 2021 / 06:16
Jakarta: Makanan manis menjadi favorit banyak orang. Namun sayangnya, karena rasanya yang enak tidak jarang seseorang mengonsumsinya secara berlebihan.

Padahal, mengonsumsi gula yang berlebihan bisa memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Dan salah satu efek dari konsumsi gula berlebihan bisa terlihat dari tubuh.

Dilansir dari Insider, berikut ini adalah dampak yang timbul pada tubuh jika kamu mengonsumsi gula berlebihan:
 

1. Berat badan naik


Beberapa penelitian telah menghubungkan konsumsi makanan dan minuman manis dengan penambahan berat badan. Ketika mengonsumsi lebih banyak gula daripada yang dapat digunakan tubuh, maka tubuh mengubahnya menjadi asam lemak.

"Kemudian menyimpannya untuk digunakan di masa depan dalam sel lemak adiposa, seperti pinggul, paha, lengan, dan perut," kata Rebecca Lee, perawat terdaftar dan pendiri RemediesForMe.com.   
 

2. Gigi berlubang


"Gula berinteraksi dengan bakteri dan menghasilkan asam yang melarutkan dan merusak email gigi, menyebabkan gigi membusuk," kata Rebecca Lee.

Gula sebenarnya tidak menyebabkan gigi berlubang, bertentangan dengan kepercayaan populer. Namun, produk limbah (asam) yang disebabkan oleh gula yang berinteraksi dengan permukaan gigi itulah yang akan menyebabkan gigi berlubang.
 

3. Masalah kulit


Para ilmuwan baru-baru ini mencari tahu hubungan antara mengonsumsi susu dan makanan dengan indeks glikemik tinggi (alias makanan manis) dengan masalah kulit.

"Penelitian telah membuktikan peran makanan tertentu, seperti produk susu, serta pola diet, termasuk diet beban glikemik tinggi yang khas dari diet Barat terhadap masalah kulit," tulis sebuah studi pada 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology.
 

4. Depresi dan kecemasan


Diet tinggi tepung dan makanan manis terkait dengan peradangan pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada diet yang kaya protein dan sayuran tanpa lemak. Sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam 'The Journal of Clinical Psychiatry' menunjukkan bahwa peradangan merupakan indikator kuat dari depresi dan tingkat stres yang tinggi.

"Gula meningkatkan peradangan di seluruh tubuh, termasuk di otak," tegas Lee.
 

5. Demensia


Sebuah studi pada 2015 di Oregon State University mengonfirmasi bahwa, diet kaya gula dapat secara langsung memengaruhi kemampuan otak kita untuk mempertahankan ingatan jangka pendek dan jangka panjang. Studi ini menemukan bahwa setelah hanya empat minggu menjalani diet tinggi lemak dan gula, tikus percobaan mengalami penurunan kemampuan kognitif.
(FIR)