FITNESS & HEALTH

Hubungan Antara Hipertensi dengan Covid-19

Raka Lestari
Rabu 14 Oktober 2020 / 11:58
Jakarta: Sering kita mendengar kata hipertensi. Hipertensi adalah kata lain dari darah tinggi. Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi. Defisini hipertensi adalah tekanan darah di atas 140/90, dan dianggap parah jika tekanan di atas 180/120.

Dan nyatanya, hipertensi merupakan salah satu penyakit yang dapat memperberat kondisi seseorang yang terinfeksi covid-19. Hipertensi juga termasuk dalam salah satu penyakit komorbid yang cukup banyak dialami oleh pasien covid-19.

“Memang kalau data dari Satgas Covid-19 per tanggal 6 Oktober 2020, terdapat bahwa 1 dari 10 pasien covid-19 atau sekitar 13,3 persen pasien dengan penyakit penyerta hipertensi meninggal," ujar Cut Putri Arianie, MD, M.H.Kes, Direktur P2PTM, dalam Media Briefing Hari Hipertensi Sedunia “Know Your Number” pada Selasa, 13 Oktober 2020.

"Hipertensi ini memang penyakit komorbid yang paling tinggi dibandingkan penyakit lain seperti diabetes, jantung, dan ginjal," ungkapnya lagi.

Ia menambahkan bahwa, artinya memang orang-orang yang sudah memilih penyakit penyerta misalnya adalah hipertensi memang sudah sakit.

“Jadi pengaruh ke imunitas tubuh, sehingga ketika terkena covid-19 akan berat pada orang-orang ini dibandingkan yang lain,” ujarnya.

“Pasien hipertensi itu berisiko tinggi ketika terkena covid-19 itu maksudnya adalah risiko kematiannya. Namun memang belum diketahui apakah lebih rentan tertular covid-19 karena virusnya sendiri tidak memilih apakah seseorang terkena hipertensi atau tidak,” ujar dr. Erwinanto, Sp.JP(K), FIHA, Wakil Ketua 1 Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI).

Akan tetapi, menurut dr. Erwin, kalau seseorang yang sudah memiliki hipertensi sebelumnya lalu terkena covid-19 maka tingkat komorbiditasnya tinggi. 

“Hipertensi itu lebih 'sakit' dibandingkan yang normal dan wajar saja bila dibandingkan dengan pasien-pasien lain akan menderita lebih berat dibandingkan yang tidak punya penyakit penyerta,” jelasnya.

“Untuk itu penting sekali melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Kalau ternyata pas dicek termasuk hipertensi, maka bisa melakukan intervensi tekanan darah dengan cara hidup sehat atau mengonsumsi obat tertentu,” pungkas dr. Erwin.
(TIN)