FITNESS & HEALTH

Vaksin Korona Sinovac-Sinopharm Kemungkinan akan Dicampur

Kumara Anggita
Selasa 04 Mei 2021 / 15:23
Jakarta: Para pembuat vaksin di Tiongkok berencana untuk mencampurkan vaksin mereka dengan vaksin dari perusahaan lain. Dengan ini, diharapkan vaksin dapat membantu melindungi lebih baik lagi dari covid-19.

Mengutip dari Channel News Asia, Sinovac dan Sinopharm mengatakan mereka sedang mempertimbangkan untuk menggabungkan vaksin mereka dengan vaksin dari perusahaan lain. 

Awal bulan ini, kepala Pusat Pengendalian Penyakit China/China's Center for Disease Control, Gao Fu, juga mengatakan bahwa vaksin saat ini menawarkan perlindungan yang rendah terhadap virus korona dan mencampurkannya adalah salah satu strategi yang dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitasnya. 

Namun Gao mencoba untuk menarik kembali komentarnya, ia mengatakan ia berbicara secara umum tentang peningkatan kemanjuran vaksin.

Li Meng, kepala kerja sama internasional untuk China National Biotech Group memiliki rencana untuk menerapkan "sequential use" dari vaksin mereka. Anak perusahaan Sinopharm ini telah membuat dua vaksin covid-19 yang inactived (sudah dimatikan) dan yang ketiga dalam uji klinis.

Sementara, Sinovac, sebuah perusahaan swasta yang berbasis di Beijing juga mengatakan mereka sedang dalam diskusi awal dengan para penyelidik, termasuk Pusat Pengendalian Penyakit China, tentang menggabungkan dosis vaksin mereka, CoronaVac dengan yang lain.

Praktik ini juga dipertimbangkan di negara lain. Ilmuwan Inggris sedang memelajari kombinasi suntikan AstraZeneca dan Pfizer. Studi ini juga menguji interval yang berbeda antara dosis, 4 minggu dan 12 minggu.
(TIN)